www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kota 3 Agama Ini Tak Akan Hancur jika Kiamat Terjadi?
Jumat, 17-11-2017 - 09:00:15 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Sebuah teori konspirasi seputar kemunculan planet yang akan menabrak Bumi kembali terdengar. Planet X atau yang dikenal sebagai planet Nibiru disebut-sebut akan menutup Bumi antara tanggal 20 November hingga 20 Desember 2017. Isu seputar ramalan kiamat sudah beberapa kali muncul ke permukaan. Tahun ini saja isu kemunculan planet Nibiru sudah sering mengisi laman-laman pemberitaan. Salah satu contoh, Davide Meade, penulis "Planet X - The 2017 Arrival" berpendapat bahwa planet Nibiru akan menabrak Bumi pada 23 September 2017. Para ilmuwan membantah keberadaan planet tersebut, tapi Meade merasa yakin karena mengaku telah menemukan ayat Kitab Suci untuk mendukung pandangannya. Selain isu kemunculan Nibiru yang terus berulang, konspirasi lain yang mulai menyeruak adalah lokasi paling aman apabila kiamat tersebut benar-benar terjadi. Seperti dilansir dari laman Zeenews.india.com, Jumat (17/11/2017), seorang produser film dan ahli Nibiru bernama Yuval Ovadia yakin akan ramalan yang didasarkan pada Injil menyebut Yerusalem adalah kota yang paling aman apabila Nibiru benar-benar menabrak bumi. Ia mengatakan, menurut kitab suci Yahudi lama, banjir besar yang terjadi pada zaman Nuh tak pernah menimpa tanah Israel. Ia juga mengklaim, meski seluruh Bumi benar-benar tergenang air karena hujan deras dan geyser mulai keluar dari perut Bumi, semua itu tak akan mempengaruhi kota Tiga Agama tersebut. Banyak pihak yang percaya bahwa Yerusalem yang terletak di antara Israel dan Palestina tersebut adalah pusat dunia dan menjadi tempat sang pencipta alam berada. Ovadia juga menyebut, efek Nibiru akan mengakibatkan pergesaran atau kemiringan kutub bumi. Wilayah-wilayah yang dekat dengan lekat kutub akan terpengaruh. Meski begitu, Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengatakan bahwa ramalan kiamat tersebut salah dan hanya mitos belaka. Pihaknya menyebut hal itu hanya tipuan internet dan menegaskan Nibiru atau Planet X tidak pernah ada.   Fakta Planet Nibiru Sudah lama Nibiru dituduh jadi biang keladi terjadinya kiamat. Konon, objek yang disebut juga sebagai 'Planet X' itu akan menabrak Bumi. Akibatnya, ia akan menghentikan rotasi, membalik kutub utara ke selatan, mengganggu inti planet ini, membuat kerak Bumi guncang, dan akhirnya menyudahi peradaban umat manusia. Seperti dikutip dari Metro, penulis Zecharia Sitchin kali pertama menulis Nibiru dalam bukunya 'The 12th Planet' yang rilis pada 1976 lalu. Konon, planet itu dihuni alien cerdas, Annunaki - yang kata dia, menciptakan ras manusia. Dan, adalah Nancy Lieder yang mencetuskan Nibiru sebagai pemicu malapetaka pada tahun 1995. Ia mengaku tahu keberadaan planet yang besarnya 4 kali Bumi itu dari makhluk ekstraterestrial di sistem Zeta Reticuli. Ramalan pertamanya bahwa 'akhir dunia' pada 2003 gagal total, kemudian dimundurkan pada 2010, lagi-lagi keliru. Di tengah maraknya isu kiamat Suku Maya, Nibiru kembali tenar. Namun, ketika tak ada apa pun yang terjadi pada 21 Desember 2012, ia kembali terlupakan. Belakangan, isu terjadinya kiamat yang dipicu Nibiru kembali mengemuka setelah desas-desus 'kiamat' 29 Juli palsu belaka. Pencetus teori konspirasi mengaitkan Planet X tersebut yang konon makin mendekati Bumi dengan fenomena "blood-moon" atau bulan merah darah yang terjadi pada 2016. Sebuah saluran situs berbagi video mengklaim, penampakan Nibiru yang berada di samping blood moon telah tertangkap kamera untuk pertama kalinya di Pennsylvania, Amerika Serikat. Rekaman itu mengklaim, Nibiru lah yang sesungguhnya menyebabkan Bulan berubah warna menjadi merah yang membuat fenomena blood moon, yang sejatinya jarang, berulang beberapa kali tahun 2016. Astronom NASA sekaligus manajer Program Objek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion, Don Yeomans mengatakan, "Tak ada bukti tentang keberadaan Nibiru." Dugaan bahwa Nibiru bersembunyi di balik Matahari, juga disanggah. "Kalau benar ia tak bisa selamanya berada di balik Matahari, semestinya kita sudah melihatnya bertahun-tahun lalu." Bagaimana dengan tudingan bahwa NASA dan para astronom bersekongkol untuk menyembunyikan keberadaan Nibiru? "Tak ada satu cara pun di muka bumi ini untuk memaksa para astronom diam."(liputan6.com)



 
Berita Lainnya :
  • Kota 3 Agama Ini Tak Akan Hancur jika Kiamat Terjadi?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved