www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Parah, Hak Guru Madrasah di Lingkungan Kemenag Kampar belum Di Bayarkan Selama 4 Bulan
Jumat, 24-08-2018 - 05:30:30 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BANGKINANG-Para guru honor Madrasah Kabupaten Kampar merasa resah dan tidak nyaman. Mereka mempertanyakan bagaimana nasib hak mereka tentang honor atau insentif Pengawas Ujian Silang UAM-BN guru MTs yang berada di lingkungan Kemenag Kampar selama 4 bulan yang saat ini belum kunjung diterima. Apalagi waktu sudah hampir kritis (memasuki akhir tahun). Hal ini lantas membuat mental - mental para guru tidak nyaman dalam mengajar. Bagaimana tidak, sudah hampir 4 bulan mengajar, sementara hak (yang belum dibayar) belum kunjung diterima guru madrasah. Sementara kalau tidak mengajar, para orangtua murid akan memarahi, karena dianggap guru madrasah hanya ingin menerima gaji saja. Hal ini diungkapkan salah seorang guru yang berada di lingkungan Kemenag Kampar. Ia mengakui, mereka disana (ditempatnya mengabdi) merasakan keresahan. Jika terus mengajar sementara hak tidak jelas akan didapat atau tidak. "Kalau tidak mengajar, kita (guru) akan dimarahi wali murid karena menganggap guru madrasah hanya mau gaji saja," ungkap Fadriansyah, Jumat (25/08/2018) kepada awak media. Menurutnya, kalau ada kepastian bisa dijelaskan, sehingga tidak akan timbul permasalahan. "Karena tidak ada kejelasan, makanya kami tanya, akhirnya timbul fitnah, timbul dosa, itu yang tidak kita inginkan," katanya. Ditambahkannya, desakan dan Aspirasi yang di sampaikan oleh para guru diungkapkan baik melalui medsos maupun ke Anggota Dewan. Namun untuk Tingkat MA nya sudah dibayarkan dan para guru sudah menerima nya. " Didapatkan info dana atau uang tersebut sudah ada standby di Kemenag kampar, terus kenapa belum dibayarkan," beber Fadriansyah. Selanjutnya sambung Fadri, menurut informasi baik dari Kepala Kantor Kementrian Agama dan Bagian Kasi Mapenda bahwa banyak di antara rekening Guru Madrasah tersebut yang masih Retur (ada kesalahan) dan sudah di ajukan ke KPPN dan dalam proses saat ini, mudah-mudahan secepatnya bisa dibayarkan kepada seluruh guru MTs. "Seharus hal ini tidak perlu berlarut larut, kita yakin dan percaya Bapak Kemenag Kampar juga tidak menginginkan begitu lamanya pembayaran dan pencairan dari hak Guru tersebut, tapi seharusnya alangkah lebih baiknya Kemenag Kampar melalui Kasimapendais bisa mengatasi secepatnya," tuturnya. "Tidak usah sampai berbulan-bulan lamanya terhadap pembayaran ini. Dulu dijanjikan pada bulan Ramadhan pekan terakhir namun juga tidak kunjung Cair, terus dijanjikan lagi sesudah Lebaran Idul Fitri 1439 H, sekarang sudah lewat pula Lebaran Idul Adha 1439 H. Namun janji tinggal janji dan Hak para Guru Pengawas ini belum juga mereka dapatkan. Jangan sampai hal yang seperti ini harus Bupati Kampar juga yang mengurus nya," bebernya panjang lebar. Lanjut, menurutnya Bapak Bupati Kampar sekarang dalam keadaan yang kurang sehat, seharusnya para pemimpin di berbagai stakholder yang diberi amanah bisa menjalankan tugas dengan baik dan lancar tanpa memberikan beban pemikiran kepada Beliau. Walaupun katanya Guru Madrasah itu bernaung dibawahnya Kementrian Agama dalam hal ini Kanwil hingga Kemenag di Kabupaten khusus nya Kabupaten Kampar. "Kita mendoakan agar Bapak Kemenag Kampar diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugasnya yang sangat berat ini dan bisa memberikan arahan kepada Jajaran nya untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan secepatnya. Karna berhubungan dengan hak Orang banyak. Semoga kejadian yang sama seperti ini tidak terulang kembali di masa - masa yang akan datang. Inilah yang di harapkan oleh mereka yang selalu kita sebut Guru adalah Pahlawan Tanda Jasa, Karna Gurulah kita dari tidak tau apa-apa menjadi banyak mengetahui, dari belum jadi apa-apa kita sekarang bisa menjadi orang yang lebih baik dan bermartabat. Terakhir, kita berharap agar bayarkanlah hak mereka sebelum keringat nya kering," tutupnya. Hingga berita ini dimuat, belum ada satupun dari Guru Madrasah yang menerima Hak nya.(r12)



 
Berita Lainnya :
  • Parah, Hak Guru Madrasah di Lingkungan Kemenag Kampar belum Di Bayarkan Selama 4 Bulan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved