www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Dirasa Mencekik, Gema Pembebasan Riau Kritik Jokowi dan Minta Turunkan Harga BBM
Kamis, 05-04-2018 - 06:00:00 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Para mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Wilayah Riau yang terdiri dari dari berbagai universitas di Pekanbaru ini meminta pemerintah pusat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini dirasakan mencekik. "Tuntutan kita jelas, turunkan harga minyak. Masyarakat yang sudah lemah ekonominya jangan lagi dibebani. Harga saat ini seakan mencekik," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Gema Pembebasan Wilayah Riau Ari Ahmad di Kantor Gubernur Riau," Rabu (4/4/18). Tuntutan meminta agar harga BBM diturunkan menurut Ahmad, adalah satu keharusan. Karena begitu banyak dampak yang timbul akibat kebijakan pemerintah menaikan harga tersebut. Seperti naiknya pula kebutuhan rumah tangga, transportasi dan harga pasar. Para mahasiswa juga mengkritik pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo yang kebetulan berasal dari partai yang mengaku wong cilik. Tetapi kebijakannya justru menekan masyarakat bawah. "Inilah, percuma saja katanya partai wong cilik. Tetapi kebijakan tak berpihak kepada masyarakat bawah," ujar Ahmad. Selain itu, mahasiswa juga mengatakan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia tidak lain, karena kita sudah terlanjur 'menghalalkan' sistem kapitalis. Dimana pemodal yang memiliki uang banyak, seperti raja. Begitu juga dengan banyaknya sumur-sumur minyak di Indonesia termasuk di Riau yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, juga terlanjur banyak diserahkan ke asing. "Selama liberalisasi yang mengagungkan sistem kapitalis. Kita ingin agar sektor hulu dan hilir dikelola negara. Selama ini terkesan liberalisasi oleh asing. Kemudian oleh orang-orang yang memimiki modal. Sistem ini harus dirubah," tandas Ahmad.(r12/rtc)



 
Berita Lainnya :
  • Dirasa Mencekik, Gema Pembebasan Riau Kritik Jokowi dan Minta Turunkan Harga BBM
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved