www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
BPOM Pekanbaru Sebut Cacing Pita Dalam Sarden Tetap Berefek Negatif
Rabu, 21-03-2018 - 15:45:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Setelah melakukan pemeriksaan terhadap penemuan cacing pita dalam kemasan ikan sarden, BPOM Pekanbaru jelaskan bahwa cacing sudah dalam keadaan mati. Hal ini juga dikuatkan dengan dalam proses pengalengan terdapat proses sterilisasi dengan suhu diatas 100 derajat selama 1-2 jam. M Kashuri saat dijumpai wartawan menjelaskan memang cacing yang kita temukan ini sudah dalam keadaan mati. Namun jika tetap dikonsumsi tentu akan menimbulkan efek samping pada tubuh. "Jika dikonsumsi dapat menyebabkan alergi seperti gatal-gatal. Malahan yang cukup bahaya bagi yang memiliki riwayat penyakit asma, maka akan menyebabkan sesak nafas," katanya. Diluar itu, cacing yang terdapat dalam kemasan sarden sendiri bukan disebabkan karena produk kadaluarsa atau kemasan rusak sehingga muncul cacing. Namun, diduga cacing ini sudah ada pada tubuh ikan sebelum diproses. " Kemungkinan dalam proses pembersihan kurang higienis, sehingga cacing dalam perut ikan tidak hilang," bebernya. Meski begitu, saat ini pihaknya terus menyisir dan menyita produk-produk ikan kaleng yang diduga mengandung cacing tersebut. Diketahui sejauh ini terdapat tiga merek produk yakni Mackerel, Hoki dan IO yang tersebar di wilayah Meranti dan Inhil. "Untuk wilayah Dumai kita masih belum menerima laporan. Namun, kita menghimbau menemukan dalam produk lain maka dapat menginfokan ke kita untuk kita lakukan tindak lanjutnya," tuturnya. Sementara terkait keteledoran, produsen produk ini dapat peringatan keras bahkan juga terancam terkena sanksi administratif hingga pencabutan izin edarnya. Namun sebelum itu, tentu ada proses yang cukup panjang seperti penarikan kembali produk yang sudah beredar di tengah masyarakat. "Seharusnya produsen berkomitmen untuk menjaga mutu dan kemanan produk setelah mendapatkan izin edar," pungkasnya.(rtc)



 
Berita Lainnya :
  • BPOM Pekanbaru Sebut Cacing Pita Dalam Sarden Tetap Berefek Negatif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved