www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Bersiaplah! 21 Maret Nanti Indonesia Akan Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Berikut Penjelasannya
Jumat, 16-03-2018 - 15:45:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Indonesia akan segera mengalami fenomenan tahunan yang membuat kagum orang-orang. Dilansir oleh TribunWow.com dari lama resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jumat (16/3/2018) Matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa. Peristiwa ini akan terjadi di Indonesia, pada 21 Maret 2018. Menurut penjelasan LAPAN, peristiwa ini akan terjadi dua kali dalam setahun. Setelah 21 Maret, peristiwa ini akan terjadi, pada 23 September 2018. Karena matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa, orang Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan. Artinya, matahari akan terasa tepat di atas kepala manusia, sehingga tidak akan ada bayangan atau menimbulkan bayangan yang sedikit. Peristiwa ini akan dimulai, pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB saat matahari mulai berada di atas equator. "Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus = musim semi, equus = sama, noct = malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam," tulis LAPAN dalam siaran persnya. Peristiwa ini akan semakin terlihat di kota yang memang menjadi daerah equator, seperti Pontianak. Matahari akan berada di atas kepala dan akan mencapai titik puncak, pada pukul 11.50 WIB. "Matahari akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB. Setelahnya, Matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian," jelas LAPAN. Tak hanya di Pontianak atau kota yang dilewati garis ekuator atau khatulistiwa saja, namun peristiwa ini juga dapat dinikmati oleh mereka yang tinggal di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara. (*)



 
Berita Lainnya :
  • Bersiaplah! 21 Maret Nanti Indonesia Akan Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Berikut Penjelasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved