www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Bejat! Ibu Tiga Anak Diperkosa, Dianiaya Tetangga di Depan Putrinya
Rabu, 14-03-2018 - 06:45:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Kisah tragis berujung trauma harus dialami NA (29). Hatinya hancur karena diperkosa oleh tetangganya di depan anaknya yang masih berumur dua tahun. Tak hanya itu, setelah diperkosa, ia diancam bunuh dengan senjata tajam. Mirisnya, sang pelaku masih tinggal di kampung. Sedangkan, korban malah dituding sebagai perempuan tidak benar. Peristiwa menyayat hati ini diceritakan NA, ibu tiga anak yang tinggal di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini, kepada Metro Tabagsel (grup pojoksumut), Senin (12/3/2018). Didampingi suaminya, M, NA mulai bercerita dengan suara terbata. Menurut NA, pemerkosaan tersebut sudah direncanakan pelaku, MN (38). Sebab, sebelum melakukan perbuatan itu, pelaku sempat mendatangi korban dan bertanya tentang suami korban. "Dia sering sekali menyapa dan menanyakan di mana suamiku? Apakah pergi ke ladang atau sedang di rumah? Saya tidak pernah curiga dengan pertanyaannya," sebut NA dengan mata berkaca-kaca. Pada hari kejadian itu, sambung NA, paginya sekira pukul 06.30 WIB, pelaku MN lewat dari depan rumah. MN naik sepedamotor sambil membonceng anaknya. Saat itu, MN bertanya apakah suami korban pergi memancing ikan. Dijawab NA, iya. Lalu, MN bertanya kembali apakah NA pergi ke ladang cabai. Dan, dijawab NA, iya. "Sekitar pukul 10.00 WIB, saya berangkat ke ladang cabai. Saya membawa anak saya yang paling kecil. Sewaktu memetik cabai, tiba-tiba dia datang dari belakang kemudian merangkul saya. Terkejut, saya berteriak minta tolong. Tapi, dia langsung menyumpal mulut saya dengan kain. Kemudian saya terjatuh saat mencoba melawan. Saat terjatuh, dia pijak tangan saya. Di situ dia menarik baju dan memerkosa saya," cerita NA dengan suara tertahan. Tak hanya itu, lanjut NA, setelah selesai melakukan perbuatannya, pelaku MN mengambil parang dan meletakkan parang tersebut ke dekat leher korban lalu mengancam bunuh. "Saya tidak berdaya dan hanya bisa menangis. Saya tanya dia kenapa begitu tega melakukannya? Dia tak menjawab. Dia cuma bilang supaya saya jangan menceritakan kejadian itu sama suami saya. Lalu dia tunjukkan parang dan mengancam saya. Kalau cerita ke suami maka saya akan dibunuh," ungkapnya menceritakan kejadian yang dialaminya pada Rabu (23/8/2017) lalu. Ancaman MN berhasil. NA yang ketakutan mengurungkan niat menceritakan kejadian yang dialaminya kepada suaminya. Namun, setelah kejadian itu, MN, terus meneror korban dengan mencari kesempatan lagi. Dan, pada Selasa (26/9/2017) pagi, MN menyelinap dari belakang rumah korban. Saat itu korban sedang mengambil kayu bakar. Saat pelaku hendak mendekati korban dengan cara sembunyi-sembunyi, tiba-tiba suami korban muncul. MN pun segera kabur meninggalkan sepedamotornya yang diparkir tak jauh dari rumah korban. "Saya sempat melihat dia menyelinap dan mendekati istri saya. Pas saya datang, dia kabur. Saya tanya istri kenapa dia kabur, istri saya menjawab tidak tahu. Saya mulai curiga dan merasa tidak nyaman apa tujuan dia mendekati istri saya. Lalu malam harinya saya minta istri jujur dan menceritakan apa yang terjadi. Sebab, saya lihat istri seperti ketakutan. Saya paksa cerita, akhirnya dia ceritakan semua kejadian yang menimpanya," jelas M, suami korban. Usai mendengar semua cerita istrinya, M langsung mendatangi rumah pelaku pemerkosa istrinya. Lalu, M mengajak pelaku bicara berdua. "Saya cari dia ke rumahnya. Saya ajak bicara berdua tak jauh dari rumahnya. Di situ saya langsung menanyakan kenapa dia tega memperkosa istri saya. Waktu itu dia jawab supaya diselesaikan malam itu juga antara kami berdua. Saya bilang tidak bisa begitu, saya minta dia ikut saya ke rumah untuk menyelesaikan permasalahan ini," sambung M. "Saya juga ingin kejujuran antara istri saya dengan si pelaku langsung di depan saya. Tapi, dia tidak mau dan meminta supaya diselesaikan saat itu juga. Saya bilang sama dia, saya tunggu dia di rumah. Tapi, setelah saya tunggu lebih satu jam, dia tidak datang-datang juga, lalu saya mencari dia lagi. Dia sudah tidak ada di rumahnya," terang M. Ternyata, setelah mereka ketemu malam itu, MN kabur dan tidak diketahui keberadaannya, sekitar sebulan kemudian baru dia kembali. "Karena dia kabur, saya ceritakan semua kejadian itu sama keluarganya. Sejumlah kerabatnya pun beberapa kali datang ke rumah untuk memediasi agar permasalahan tersebut dapat selesai. Namun, dari pembicaraan mereka, saya melihat mereka tidak punya itikad baik, seolah-olah kejadian itu tidak ada. Di situ saya melaporkannya ke polisi. Beberapa kali saya ke Polres Madina, tetapi laporan saya tidak ditindaklanjuti," ungkapnya. Bahkan yang paling sakit, sambung M, MN pemerkosa istrinya tinggal di kampung mereka. Dan, istri maupun keluarga MN menuduh NA sebagai pelacur. "Sudah sangat sakit. Istri saya diperkosa, malah dituduh yang bukan-bukan. Saya sudah buat laporan ke polisi, tapi sampai sekarang dia belum diproses dan masih bebas. Istri saya pun trauma, dia takut ke ladang," keluhnya. Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny SIK yang dihubungi Metro Tabagsel melalui Kepala Satreskrim AKP Manson Nainggolan mengatakan, pihaknya sudah memproses laporan pengaduan tersebut. "Kasusnya sudah diproses. Kami sedang penyidikan. Barang buktinya belum kuat. Bukti visum pun belum kami dapat. Kasusnya pun sudah lama,"ujar Manson Nainggolan. Namun, pernyataan Kepala Satreskrim Polres Madina itu dibantah suami NA, menurut M, barang bukti atas kejadian itu sudah mereka serahkan ke penyidik di Polres Madina, berupa baju korban yang robek dan celana dalam korban juga sudah diserahkan. "Dan, bukti visum juga sudah ada, visum kekerasan, karena paha istri saya saat itu bengkak dan hitam, hanya saja mereka minta visum sperma, ini yang tidak ada," sebut M. M sangat berharap kasus pemerkosaan dan pengancaman yang dialami istrinya itu diproses Kepolisian. "Kami sekeluarga sangat berharap kasus ini benar-benar diproses. Kami memang orang miskin, tapi janganlah kemiskinan kami ini jadi penyebab tidak dapat keadilan. Kami ingin pelaku itu dihukum setimpal atas perbuatannya. Itu saja harapan kami," pungkas M. Sumber : pojoksatu.com



 
Berita Lainnya :
  • Bejat! Ibu Tiga Anak Diperkosa, Dianiaya Tetangga di Depan Putrinya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved