www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tim Rescue Gabungan Terus Buru Harimau di Inhil
Sabtu, 10-02-2018 - 20:12:13 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Terkait relokasi harimau di Pelangiran Inhil, Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati Sabtu (10/2/18) mengatakan, sampai dengan saat ini memasuki hari ke 37 tim Rescue gabungan Balai Besar KSDA Riau, Polres Inhil, WWF, PKHS, PT. THIP dan PT. Arara Abadi berupaya melakukan penyelamatan satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di areal PT THIP yang telah menewaskan satu orang pekerja di perusahaan tersebut.

Tim Rescue dimaksudkan sebagai upaya mengamankan Harimau sumatera yang telah mengalami perubahan tingkah laku (inhabituasi) yg diindikasikan dengan selalu mendekat kepada manusia dan aktifitas manusia pemukiman.

Semakin meningkatnya intensitas perjumpaan Tim Rescue dgn harimau di tempat tempat umum (jalan lintas dan pemukiman) menjadi pembahasan utama dalam  evaluasi oleh Tim Rescue yang dipimpin Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE dan Kepala Balai Besar KSDA Riau tgl 6 Februari 2018 yang lalu di Pekanbaru.

Dari hasil pembahasan rersebut, ada 6 arahan kedua pimpinan rapat. Yaitu Melakukan kajian yg mendalam dengan melibatkan para pihak yg memiliki kepedulian akan keselamatan Harimau sumatera, ntisipatif terhadap perubahan perilaku Harimau sumatera dengan cara meningkatkan sosialisasi, menambah papan informasi pada jalur dan lokasi2 yg merupakan tempat Harimau sumatera sering muncul.

Melakukan penanganan satwa agar selalu mengedepankan kesejahteraan (animal welfare) dan mengacu pada PerMen Kehutanan No. P. 48/ Menhut-II/2008 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa.

"Dari analisa terhadap perilaku  Harimau sumatera yg menghindari Box Trap, kedua pimpinan mengusulkan penambahan box trap yg terbuat dari bahan alami/kayu," kata Dian.

Tim juga dirahkan agar masyarakat sekitar dan Harimau sumatera di areal konflik harus menjadi fokus perhatian utama. Tim Rescue untuk menghindari konflik berulang. Dan dalam penanganan Konflik Harimau sumatera dengab manusia, Balai Besar KSDA Riau adaptif terhadap berbagai masukan. (r12/rtc)



 
Berita Lainnya :
  • Tim Rescue Gabungan Terus Buru Harimau di Inhil
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved