www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kurang Optimal di 2017, Kamar Rawat Penuh Dikeluhkan Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru
Rabu, 20-12-2017 - 18:12:15 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-BPJS Kesehatan Pekanbaru masih sering mendapati sejumlah pengaduan mengenai masalah pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS yang belum optimal. Salah satu masalah utama yang paling dikeluhkan peserta adalah penuhnya kamar rawat yang ada di rumah sakit, baik untuk pasien kelas III, II maupun kelas I.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Pekanbaru, Rahmad Asri Ritonga mengatakan, permasalahan itu sendiri disebabkan karena hampir semua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit belum memiliki sistem informasi ketersediaan ruang rawat inap untuk pelayanan peserta JKN yang dapat diakses atau dilihat oleh peserta/fasilitas kesehatan yang bersangkutan, terutama faskes swasta. Selain itu, jumlah tempat tidur pada ruang kelas yang dimiliki FKRTL juga banyak yang belum memenuhi kriteria, baik dari segi jumlah dalam satu ruangan ataupun luas area tempat tidur.

"Permasalahan ini jadi 'PR' bagi kami (BPJS Kesehatan) dan rumah sakit. Di 2018 nanti, kami komit untuk meningkatkan lagi kerjasama pelayanan kesehatan untuk peserta (JKN-KIS) dan menyelesaikan masalah tersebut agar tak terjadi lagi di masa mendatang," ujarnya, Rabu (20/12/17).

Disela pertemuan itu, Asri juga menyebutkan selain meningkatkan kerjasama pelayanan kesehatan dengan rumah sakit, di tahun depan pihaknya juga akan bersikap tegas memberikan penindakan kepada rumah sakit bila kedapatan melanggar perjanjian kerjasama yang telah disepakati. Bisa berupa teguran atau bahkan pemutusan hubungan kerjasama.

"Kerjasama itu rencananya akan kami lakukan di awal Januari mendatang. Kerjasama tersebut kami harapkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi semua masalah yang selama ini dikeluhkan peserta JKN-KIS. Sehingga peserta JKN bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai haknya masing-masing," tuturnya.

Hal senada disampaikan pula oleh pihak perwakilan Dinas Kesehatan Pekanbaru, dr Fira Septianti. Kata dia, di Pekanbaru sendiri sangat banyak sekali 'catatan kaki' terkait keluhan masalah pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS di 2017. Terutama penuhnya kamar rawat di rumah sakit. Dia menilai, kebanyakan keluhan pasien akan hal itu disebabkan oleh belum kuatnya sistem rujukan antar rumah sakit, sehingga peserta JKN atau pasie sibuk mencari sendiri kamar rawat yang masih kosong.

"Sistem rujukan antar rumah sakit ini akan kami rencanakan untuk diterapkan tahun depan dan nantinya akan kami masukkan ke dalam poin penting kerjasama dengan rumah sakit," tuturnya.

Permasalahan lain, sambungnya, adanya keluhan pasien kelas III Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN ataupun APBD yang tidak mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kamar rawatnya dan justru dinaikkan ke kelas umum. Setelah pindah ke umum, maka pasien yang bersangkutan tentu harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal dibandingkan sebagai pasien JKN-KIS dan tak bisa lagi ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Semua permasalahan itu adalah 'catatan kaki' kami sepanjang 2017. Target kami, dengan penguatan kerjasama di 2018 nanti, semua 'catatan kaki' tersebut bisa hilang teratasi. Saat ini sudah ada 26 rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tinggal 4 rumah sakit lagi yang belum," tutupnya.(rtc)



 
Berita Lainnya :
  • Kurang Optimal di 2017, Kamar Rawat Penuh Dikeluhkan Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved