www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Imbas Proyek RTH, Pejabat di PUPR Ramai-ramai Mau Mengundurkan Diri
Sabtu, 11-11-2017 - 09:30:45 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto, mengakui pejabat di intansi yang dipimpinnya pada ingin mengundurkan diri dari jabatannya. "Rata-rata pejabat eselon di PUPR ingin mengundurkan diri. Ini aneh sekali, nampak betul ketakutan pegawai dampak dari kasus Ruang Terbuka Hijau (RTH)," kata Dadang, Sabtu (11/11/2017). Apalagi ke depan, lanjut Dadang, Pemprov Riau akan menerapkan single salary system. Dimana pegawai hanya menerima sumber masukan dari ‎satu sumber. "Kalau sebelumnya kan seorang pejabat pemegang hasil kegiatan ada honornya. Ke depan tidak lagi. Mungkin itu juga yang menjadi pertimbangan kawan-kawan," paparnya. Meski ‎demikian, Dadang akan berupaya meyakinkan para pegawainya agar tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Kalau memang tidak mau juga, tentu ini akan menyalahi Tupoksinya melaksanakan kegiatan di PUPR, yang harus direncanakan, dikerjakan dan diterima," ujarnya. Berapa pejabat yang mengadu akan mengundurkan diri dari jabatannya, Dadang belum mengetahui berapa jumlahnya, dengan alasanya dirinya masih di Jakarta dan baru menerima laporan saja. "Tapi rata-rata mau mengundurkan diri," ‎tukasnya. Seseorang pejabat eselon III disalah satu OPD di lingkup Pemprov Riau yang enggan disebutkan namanya, mengakui kondisi bekerja saat ini memang pejabat selalu diposisi dilema. ‎ "‎Misalnya saya ada proyek kegiatan dan menurut saya sudah jalan sesuai prosedur. Namun dalam perjalanan kita nggak tahu ada orang yang memainkan proyek tersebut, otomatis saya sebagai pejabat penanggungjawab ikut kena juga," ujarnya. "Makanya kita berpikir biarlah bekerja biasa-biasa saja tidak ada pegang kegiatan. Daripada ada kegiatan yang akhirnya malah menyusahkan, lebih baik tidak ada kegiatan. Karena moyoritas pejabat sekarang memang takut," tandasnya.(r12/ckp)



 
Berita Lainnya :
  • Imbas Proyek RTH, Pejabat di PUPR Ramai-ramai Mau Mengundurkan Diri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved