Tragis, Tahanan Polres Kampar Meninggal Dunia dengan Kondisi Tak Wajar di RS
Kamis, 06-07-2017 - 17:17:41 WIB
 |
| Rido Tulfikri menunjukkan beberapa foto adik kandungnya yang meninggal dunia dalam kondisi tak wajar di RS Bhayangkara Polda Riau.Foto Goriau |
Riau12.com-PEKANBARU-Tahanan Polres Kampar Provinsi Riau bernama Andri Fahmil Irawan, meninggal dunia di RS Bhayangkara Pekanbaru dengan kondisi tubuh lebam dan memar. Selain itu ada luka terbuka di kepalanya. Keluarga menduga kalau Andri mengalami tindak kekerasan dari beberapa oknum aparat.
Almarhum Andri dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (5/7/2017) malam tadi, setelah sempat dirawat beberapa jam di RS Bhayangkara Pekanbaru. Sebelumnya lelaki 20 tahun itu ditangkap polisi pada Jumat dini hari lalu, terkait keterlibatannya dalam dugaan pencurian sepeda motor dan kejahatan yang disertai kekerasan.
Abang kandung almarhum bernama Rido Tulfikri di rumah sakit mengatakan, pihak keluarga merasa ada yang ganjil terkait tewasnya Andri. Ditambah ada banyak bekas memar, lebam dan luka. Rido menduga adiknya dianiaya. Itu diperkuat oleh pengakuan almarhum sebelum meninggal.
"Hari Selasa kemarin (setelah ditangkap Jumat, red) saya sempat jenguk ke Polres. Itu kondisinya sudah sekarat, dalam artian udah nggak bisa berdiri, badannya memar terus kepalanya luka. Ceritanya dia dianiaya oleh anggota (kepolisian, red)," sebut Rido, Kamis (6/7/2017) siang seperti dilansir goriau.com.
Lebih lanjut diceritakan Rido, dugaan penganiayaan tersebut dialami adiknya setelah proses penangkapan. Informasi yang dirangkum, penangkapan Andri dilakukan saat ia berada di rumah keluarganya, Kelurahan Pasir Sialang, Kampung Tanjung. Usai itu, ia dibawa dengan kendaraan oleh aparat.
Terkait hal ini, Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto menjelaskan, penangkapan terhadap almarhum terkait keterlibatannya pada kasus pencurian sepeda motor dan pencurian yang disertai kekerasan di 12 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kabupaten Kampar.
Sedangkan soal tewasnya Andri atas dugaan penganiayaan, pihaknya akan berkoordinasi dengan rumah sakit yang melakukan visum. Jika dugaan ini memang mengarah atas kesalahan anggotanya, maka akan diproses.
"kita komit, dicek secara tuntas terhadap anggota yang melakukan penangkapan (saat itu) dan lainnya," yakin dia.(*)
Komentar Anda :