Riau12.con-SELATPANJANG-Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku prihatin atas ambruknya ruang tunggu di dermaga Desa Tanjunggadai. Kedepan, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi oleh pihak terkait.
Sebagaimana disampaikan langsung oleh Kepala Dishub Kepulauan Meranti Hendra Putra. Katanya, atas kejadian nahas tersebut Dishub sangat prihatin. Kedepan, ini harus menjadi bahan evaluasi. Pihak kecamatan dan pemerintah desa diminta untuk melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan betul kondisi dermaga yang digunakan.
"Evaluasi dermaga yang ada di kecamatan dan desa. Kemudian lapor ke kita untuk secara bertahap dilakukan perbaikan sesuai kekuatan anggaran," kata Hendra Putra.
Mendapat kabar ambruknya dermaga di Tanjunggadai yang menyebabkan 40 warga tercebur ke laut itu, Dishub langsung mengirim personil untuk melakukan cek lapangan. Dari lapangan diketahui bahwa rangka ruang tunggu yang ambruk terbuat dari kayu. Dermaga itu dibangun oleh pemerintah desa bersama masyarakat sekitar tahun 2009 silam.
Padahal, kata mantan Kaban Penanaman Modal Kepulauan Meranti ini lagi, tak jauh dari dermaga kayu yang ambruk, ada dermaga yang dibangun kokoh menggunakan batu, oleh Pemda Bengkalis. Namun, tidak difungsikan dengan maksimal oleh masyarakat setempat. Dermaga ini hanya dijadikan tempat bongkar barang.
"Kondisinya kalau dilihat sudah banyak yang lapuk," beber Hendra.
"Berdasaekan verifikasi petugas kita di lapangan, penggunaan dermaga yang ambruk atas kemauan masyarakat. Kades ingin menggunakan dermaga kayu tersebut lantaran dekat dengan lokasi pasar," kata Hendra lagi.
Kedepan, Dishub Kepulauan Meranti meminta camat dan kades, jangan hanya memikirkan kepentingan jarak mobilisasi saja. Padahal, ada kepentigan lain yang justru mengabaikan dermaga yang kokoh dibangun Pemda.
Terkait dengan beberapa fasilitas yang belum dilengkapi pada dermaga Pemda, seperti ruang tunggu beserta atap dan ponton, kata Hendra harusnya camat setempat membuat usulan. Agar bagaimana kedepannya dermaga bisa digunakan dengan nyaman untuk operasional akses mobilisasi turun naik penumpang.
"Tangga dan ponton kita pindahkan ke dermaga yang lebih kokoh dan aman," ujarnya.
Panggil Hearing
Ambruknya ruang tunggu di dermaga Tanjunggadai menyita perhatian banyak kalangan. Tak ketinggalan wakil rakyat.
Rencananya, Komisi II DPRD Kepulauan Meranti akan memanggil hearing Dishub dan pihak-pihak terkait. Legislator ingin mengetahui duduk permasalahan dan sekaligus evaluasi dermaga dimana saja yang berpotensi ambruk.
"Kalau tidak layak pakai jangan dipaksakan, ini membahayakan keselamatan warga. Dalam waktu dekat mereka kita panggil hearing," kata Ketua Komisi II Darwin Susandy SHum.(r12/gr)
Komentar Anda :