www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Nekat Beraksi Di Bulan Ramadan, 20 Terapis dan 4 Pria Diangkut Tim Yustisi dari Panti Pijat
Selasa, 06-06-2017 - 17:46:40 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Selasa (6/6/2017), Tim yustisi dari Satuan Polsek Payung Sekaki menggelar razia cipta kondisi ke beberapa panti pijit. Hasilnya, 20 wanita berprofesi sebagai terapis dan 4 pria diangkut.

Usai dibawa ke kantor Polsek Payung Sekaki, 24 orang yang diamankan itu dilimpahkan ke Satpol PP Kota Pekanbaru untuk didata. 24 orang yang ditahan ini masing-masing ditangkap di Jalan Fajar, Jalan Arjuna dan Sigunggung.

Menariknya, sebagian para terapis bukanlah warga Pekanbaru. Beberapa di antaranya masih baru tinggal di Pekanbaru. Bahkan ada yang belum sampai satu bulan berada di Kota Pekanbaru. Seperti Amel (24), wanita asal Cianjur Jawa Barat ini baru menetap di Pekanbaru sejak 4 bulan terakhir.

Begitu juga Sari (30), ibu 4 anak ini mengaku baru 2 minggu berada di Kota Pekanbaru. Selama di Pekanbaru, wanita asal Tangerang Banten ini mengaku bekerja di panti pijit Jalan Arjuna.

Soal tarif pijit di tiga lokasi ini cukup beragam. Ada yang mematok harga Rp100 ribu sekali pijit. Bahkan ada yang hanya Rp75 ribu sekali pijit. Harga itu belum termasuk layanan plus yang disediakan. Pelanggan di beberapa panti pijit ini disinyalir beragam. Hal itu terbukti dari 2 dari 4 pria yang ikut diamankan sudah berumur.

Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian saat dikonfirmasi mengatakan, puluhan yang terjaring razia ini akan didata untuk diserahkan ke dinas sosial. Razia yang dilakukan memang koordinasi pihak kepolisian dan satpol pp untuk menjaga ketentraman saat bulan Ramadan.

"Sesuai instruksi Walikota, kita melakukan razia untuk memberikan kenyamanan umat Islam dalam menjalankan ibadah," kata Zulfahmi.

Saat didata, Zulfahmi juga sempat memberikan pengarahan kepada terapis dan 4 pria yang diduga pelanggan. Zulfahmi mengancam akan memulangkan ke daerah asal para terapis ini. (r12)



 
Berita Lainnya :
  • Nekat Beraksi Di Bulan Ramadan, 20 Terapis dan 4 Pria Diangkut Tim Yustisi dari Panti Pijat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved