www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Misteri Kematian Kartini pada 30 Menit Terakhir, Benarkah karena Diracun?
Jumat, 21-04-2017 - 10:30:25 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Kematian Raden Ajeng Kartinisempat memicu perdebatan di kalangan sejarawan. Sebelumnya Kartini sehat-sehat saja, namun tiba-tiba memburuk di 30 menit terakhir. Ada yang yang menuding kematiannya karena diracun. Berikut penelusuran Tempo soal kematian Kartini.

Di atas dipan jati cokelat berukir, Djojoadiningrat mendekap Kartini. Pada 17 September 1904 itu, di kamar utama kadipaten yang berukuran 5 x 6 meter, perempuan yang baru dinikahinya 10 bulan tersebut perlahan menutup mata untuk selamanya. Usianya baru 25 tahun. 

"Pikirannya masih jernih dan sampai detik terakhir ia masih sadar sepenuhnya," tulis Bupati Rembang itu, 12 hari kemudian, ketika mengabarkan kematian istrinya kepada Jacques Henrij Abendanon, direktur di Departemen Pendidikan, Agama, dan Industri Hindia Belanda.

Menurut Djojoadiningrat, setengah jam sebelum ajal menjemput, istrinya masih sehat. Ia hanya mengeluh perutnya tegang. Van Ravesteijn, dokter sipil dari Pati, datang dan memberinya obat. Setelah itu, tiba-tiba ketegangan di perut Kartini menghebat dan 30 menit kemudian dia meninggal. "Dalam pelukan saya dan di hadapan dokter."

Empat malam sebelumnya, di dipan yang sama, juga dengan pertolongan Ravesteijn, Kartini melahirkan anak tunggalnya, Raden Mas Soesalit. Sebenarnya ia telah merasakan kontraksi satu hari sebelumnya.

Namun dokter sipil di Rembang langganan Kartini, Bouman, tidak ada di tempat. Apa boleh buat, suaminya terpaksa memanggil Ravesteijn dari Pati, 35 kilometer dari Rembang, kendati sang dokter baru bisa datang esok paginya.

Dari pagi hingga sore, persalinan tidak kunjung berhasil. Buat mempercepat kelahiran, Ravesteijn lantas menggunakan alat bantu. Tidak jelas alat apa yang digunakannya, tapi sekitar pukul 21.30 Kartini berhasil melahirkan dengan selamat. Djojoadiningrat menggambarkan kondisi Kartini saat itu baik-baik saja.

"Kecuali ketegangan perut, tidak ada apa-apa dengan Raden Ayu," ujarnya. Malam itu juga, tanpa ada rasa cemas, Ravesteijn kembali ke Pati.

Di hari keempat, Ravesteijn datang memeriksa kondisi Kartini. Menurut dia, Kartini masih baik-baik saja. Ravesteijn lantas meminta Kartini meminum obat. Sekitar 30 menit setelah Ravesteijn pergi, Kartini mengeluh sakit perut, sehingga Bupati menyuruh orang memanggil dokter kembali. Ketika dokter itu tiba lagi, kondisi Kartini sudah parah.

Kematian mendadak itu tak cuma mengejutkan, tapi dengan segera memicu rumor bahwa Kartini mati diracun. Bouman bahkan sempat melakukan penyelidikan perihal kematian misterius itu. Dari seorang kawannya yang kenal Ravesteijn, ia mendapat informasi bahwa Ravesteijn adalah dokter yang tidak dapat dipercaya. 

"Kudanya saja tidak akan dipercayakan kepada dokter itu," ujarnya seperti dikutip Sitisoemandari Soeroto dalam Kartini, Sebuah Biografi (1979).

Hingga kini dugaan itu tak pernah terbukti. Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia Kabupaten Rembang Edi Winarno menganggap kecurigaan itu tak berdasar. Menurut dia, tidak ada alasan bagi orang di sekitar Kartini untuk membunuhnya.

Salah satu kemenakan Kartini, Sutiyoso Condronegoro, mengakui santernya isu miring seputar kematian Kartini. Tapi keluarganya lebih suka menganggapnya sebagai hal lumrah akibat proses kelahiran yang berat.

"Desas-desus itu tidak bisa dibuktikan," ucapnya seperti dikutip Sitisoemandari. (ucn)



 
Berita Lainnya :
  • Misteri Kematian Kartini pada 30 Menit Terakhir, Benarkah karena Diracun?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved