Kecamatan Tampan Tertinggi
Diskes Minta Warga Tetap Waspada, DBD Terus Mengancam
Jumat, 10-02-2017 - 06:10:30 WIB
 |
Ilustrasi
|
Riau12.com-PEKANBARU-Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang terus mengancam masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Kesehatan (Diskes) meminta masyarakat untuk terus mewaspadai mewabahnya penyakit DBD. Meski belum ditetapkan statusnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), tercatat hingga awal Februari jumlah penderita sudah mencapai 52 kasus.
Ini warning buat warga Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Saat ini, bahaya DBD terus mengintai masyarakat. Setiap pekannya, korban DBD terus berjatuhan. Sebagai antisipasi, masyarakat diminta untuk terus melakukan langkah 3 M Plus, yakni menguras, menutup, menimbun dan menabur bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air.
"Jumlah penderita DBD di Pekanbaru memang terus bertambah. Apalagi saat ini kondisi cuaca sangat mendukung tumbuh kembang nyamuk tersebut. Tapi, kita tidak cukup hanya dengan mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi lingkungannya. Kami juga terus lakukan upaya pencegahan, khususnya di daerah yang endemis DBD tertinggi di Pekanbaru," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kesehatan Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti, Rabu (8/2) kemarin.
Berdasarkan data Diskes Pekanbaru, memasuki pekan kelima 2017, kasus DBD di Kota Bertuah meningkat drastis. Dari pekan keempat sebanyak 39 kasus, pekan kelima melonjak hingga 52 kasus."Sangat luar biasa peningkatannya. Hanya berselang sepekan, 13 kasus baru terus ditemui," ucapnya.
Kecamatan Tampan Tertinggi
Kabid Pengendalian Kesehatan Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti menyebukan, kasus DBD tertinggi di Kota Pekanbaru masih berada di Kecamatan Tampan, yakni sebanyak 12 kasus. Kemudian menyusul Kecamatan Marpoyan Damai tujuh kasus, Kecamatan Bukit Raya dan Payung Sekaki enam kasus.
"Sementara itu, di Kecamatan Rumbai Pesisir dan Limapuluh masing-masing ditemui 5 kasus. Sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota, Tenayan Raya dan Rumbai masing-masing 3 kasus. Selanjutnya, Kecamatan Sukajadi dan Senapelan masing-masing ditemui satu kasus. Hanya Kecamatan Sail yang hingga pekan kelima ini nihil DBD," sebut Gustiyanti.
Menyikapi tingginya angka DBD setiap pekannya, Gustiyanti meminta masyarakat tetap menerapkan 3 M plus, jangan lupa memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami sudah melakukan beberapa upaya langkah pencegahan, mulai imbauan agar masyarakat menggalakan 3M plus serta melakukan fogging ke wilayah-wilayah rawan DBD. Mencegah DBD mesti dilakukan secara bersama-sama," imbaunya.
Terapkan Program Lavitrap
Menyadari tingginya angka DBD di Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru, Helda S MUnir menyebutkan, Diskes Pekanbaru sudah memulai program Lavitrap, yakni memberantas jentik nyamuk menggunakan perangkap. Pembuatan perangkap ini berasal dari daur ulang, seperti plastik hitam, selotip dan botol minuman mineral bekas.
"Lavitrap ini nantinya akan diletakkan di sudut-sudut rumah. Seminggu kemudian akan dijumpai ratusan jentik nyamuk dalam lavitrap. Setelah itu, secara berkala dibersihkan lavitrapnya," paparnya.
Helda menjelaskan, pihaknya juga melakukan pencegahan dengan Abate dan racun malation yang dipakai untuk satu tahun kedepan. Kendati begitu, Diskes juga harus tetap melakukan fogging sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Jadi, apabila ada kasus, pihaknya bisa melakukan penyelidikan etiomologi. Jika dinyatakan ada jentik nyamuk, baru dilakukan fogging.
"DBD itu bisa mengancam dimana saja. Bukan hanya di lingkungan rumah saja, bisa saja di sekolah, tempat kerja dan tempat lainnya. Ini gunanya penyelidikan. Sehingga, dapat kita cegah dan tekan angka DBD yang terus meningkat setiap tahunnya," beber Helda.(r12/rpz)
Komentar Anda :