www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
DBD Di Pekanbaru Sudah Mencapai 21 Kasus Awal 2017, Tampan Tertinggi
Selasa, 17-01-2017 - 07:54:35 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Selama dua pekan pertama Januari 2017, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat terjadi 21 kasus demam berdarah dengue (DBD).

"Hingga minggu kedua ini sudah ada 21 kasus DBD. Bertambah 15 kasus pada minggu pertama," kata Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan Pekanbaru Gustiyanti di Pekanbaru, Selasa (17/01).

Ia merincikan, Kecamatan Tampan merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi yang mencapai tujuh kasus. Kemudian Pekanbaru Kota tiga kasus, Rumbai Pesisir, Bukit Raya, dan Payung Sekaki masing-masing dua kasus.

Sementara satu kasus lainnya tercatat di Kecamatan Sukajadi, Senapelan dan Lima Puluh. Dari seluruh kasus DBD tersebut, belum tercatat adanya korban jiwa.

Ia memperkirakan jumlah kasus DBD tidak akan meningkat signifikan. Alasannya, sesuai prakiraan cuaca Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pekanbaru akan memasuki musim kemarau pada Februari mendatang.

Meski begitu, ia tetap mengimbau agar warga Pekanbaru peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Karena hanya itu cara yang efektif untuk menekan berkembangnya jentik nyamuk. Dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Misalkan dengan melakukan gotong royong rutin bersama membersihkan parit dan sampah yang bisa menampung air.

"Seperti biasa program 3 Mplus (Menutup, Menguras, Menimbun) plus menggunakan obat anti nyamuk dan bubuk abate," terangnya.

Selain itu Dinkes juga akan berupaya menggelar foging bagi kawasan yang melapor dan didaerahnya sudah terdapat korban DBD.

"Meski dilakukan foging ini bukanlah solusi, karena kalau sering akan meningkatkan resistensi bagi nyamuk," tegasnya.(r12/ant).



 
Berita Lainnya :
  • DBD Di Pekanbaru Sudah Mencapai 21 Kasus Awal 2017, Tampan Tertinggi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved