www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Waspadai Oknum Penjual Abate Atasnamakan Dinkes!
Minggu, 11-12-2016 - 18:04:10 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PASIR PANGARAIAN- Masyarakat Rokan Hulu (Rohul), dihimbau agar mewaspadai sejumlah oknum penjual bubuk abate pembunuh jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), mengatasnamakan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dengan harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per paknya.

Itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul, Drg Grifino, melalui Kasi Promosi Program, H. Nana Sumpena S.Km, kamis (8/12/2016), sikapi musim penghujan dan ada beberapa kasus DBD yang terjadi di Rohul. Bahkan, beberapa waktu lalu informasi Humas RSUD Rohul, Minarli Ismail, ada warga yang menderita DBD meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Pasir Pangaraian.

Nana Sumpena juga menghimbau, agar warga menolak membeli paket yang ditawarkan sejumlah oknum tersenut, karena paket abate yang ditawarkan terbukti tidak asli alias abate campuran.

"Beberapa waktu lalu, dari sejumlah oknum yang bertanggungjawab, disita sejumlah paket abate campuran, yang dijual perpaket seharga Rp10.000 sampai Rp20.000. Oknum penjual bubuk abate, mengatasnamakan Diskes Rohul," tegas Nana.

Dirinya ,menghimbau, di tengah menjangkitnya penyakit DBD saat ini, Diskes Rohul gencar mensosialisasikan peningkatan pelaksanaan 3M Plus untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD. Sejumlah pihak mulai mengambil keuntungan dengan menawarkan paket bubuk abate secara door to door.

"Untuk 1 paket bubuk abate  yang terdiri dari dua sampai 3 pac, dijual seharga Rp10.000 sampai Rp20.000 per paket. Oknum datangi rumah rumah, dan setiap rumah diwajibkan membeli, dengan alasan perintah dari Dinkes dan Puskesmas," tegasnya.

Sikapi bisnis gelap penjual abate camouran yang mengatasnamakan Dinkes Rohul, Nana menyatakan, bahwa Dinkes tidak pernah memperjualbelikan obat untuk pembunuh jentik nyamuk. Justru sebaliknya, bubuk abate sudah disediakan banyak dan dibagikan ke Puskesmas untuk diberikan gratis ke masyarakat.

"Kepada masyarakat, bila ingin bubuk abate maka minta di Puskesmas atau bila habis di Puskesmas maka bias langsung datang ke Diskes , kita akan memberikannya gratis," ungkap Nana Sumpena.(r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • Waspadai Oknum Penjual Abate Atasnamakan Dinkes!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved