www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Jelang Akhir Tahun, Kasus DBD di Pekanbaru Telan 842 Korban
Rabu, 16-11-2016 - 09:22:25 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Di penghujung akhir tahun ini, korban dari nyamuk aides aegypti terus meningkat. Tercatat penderita demam berdarah di kota Pekanbaru tembus diangka 842 orang, sepuluh diantaranya meninggal dunia.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kebersihan kota Pekanbaru tidak bosan bosannya menghimbau seluruh masyarakat kota Pekanbaru untuk selalu menerapkan prilaku hidup bersih dan melakukan tindakan tiga Mplus.

"Angka kasus 842 memang terbilang sangat tinggi, karena pada tahun lalu hanya berkisar diangka 400 kasus," ungkap Kasi Pencegahan dan Pembrrantasan penyakit Dinas Kesehatan kota Pekanbaru, Surya Delfiria, Selasa (15/11).

Berdasarkan data, wilayah yang paling banyak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Pekanbaru, Kecamatan Payung Sekaki dengan 142 penderita, disusul Kecamatan Marpoyan Damai dengan 114 penderita lalu Kecamatan Tampan dengan 102 penderita. Kemudian disusul kecamatan Bukit Raya 83 penderita, kecamatan Rumbai Pesisir dengan 73 penderita, Rumbai, 67 penderita, Sukajadi dengan 64 Penderita, Tenayan Raya 53 penderita, Limapuluh 45 penderita dan Senapelan 43 Penderita DBD.

"Sementara wilayah yang paling sedikit berada dikecamatan Pekanbaru Kota dan Sail yakni berjumlah 25 Penderita, " jelas Delfi.

Angka kasus DBD hingga akhir tahun ini diprediksi akan terus bertambah jika masyarakat tidak waspada dan mengganggap remeh pentingnya prilaku hidup bersih.

"Maka dari itu jika ada ditemui gejala DBD cepat langaung dibaea ke Puskesmas terdekat, jangan sampai keluarga terdekat kita terserang wabah mematikan tersebut," singkatnya.

Ditanya tentang fogging yang diakukan Dinas Kesehatan, Delfi menegaskan bahwa fogging bukanlah solusi terbaik untuk memberantas DBD, jadi jangan bertumpu pada fogging.

"DBD bisa ditekan dengan prilaku hidup bersih dan tindakan 3Mplus, mari bersama kita perangi DBD," pintanya.(r12)



 
Berita Lainnya :
  • Jelang Akhir Tahun, Kasus DBD di Pekanbaru Telan 842 Korban
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved