www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tekan Angka Kasus DBD, Dinkes Riau Gencarkan Sosialisasi Jumantik
Sabtu, 12-11-2016 - 15:48:16 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril,  menyebutkan kita terus menggiatkan sosialisasi pencanangan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk  melalui gerakan 3M plus dan membuat perangkap larva nyamuk (lavitrap) buatan guna menekan angka kasus demam berdarah dengue.

"Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan utama di Riau, terutama menyerang di wilayah perkotaan (urban)," katanya.

Namun, lanjut Andra Sjafril, tidak menutup kemungkinan juga menyerang di wilayah perdesaan (rural).

Penyebaran  DBD, menurut dia, makin lama makin meluas. Misalnya, pada periode Januari s.d. September 2016 mencapai 3.272 kasus.

Menurut dia, kasus DBD periode itu mengalami peningkatan sebanyak 1.272 kasus dari jumlah kasus pada periode yang sama tahun 2015 tercatat 2.000 kasus.

Ia mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan IDI Riau, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, setiap puskesmas di daerah itu, dan babinsa setempat menyosialisasi pencanangan satu rumah satu jumantik melalui 3M plus lavitrap.

Oleh karena itu, dia memandang perlu pengaktifan jumantik karena Riau yang dilanda curah hujan yang tinggi dikhawatirkan terjangkitnya beberapa penyakit, yaitu berkembangnya larva nyamuk aedes aegypti menyabakan DBD," katanya.

Untuk mencegah kasus DBD, Dinas Kesehatan Provinsi Riau bekerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada akan berkembangnya jentik nyamuk.

Ia menjelaskan bahwa jumantik adalah anggota masyarakat yang sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di lingkungannya.

"Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin," katanya.

Selain melakukan pemantauan jentik nyamuk aedes aegypti di wilayahnya, jumantik juga melakukan pelaporan ke kelurahan secara rutin dan berkesinambungan tentang hasil pengecekan tempat penampungan air dan tempat yang tergenang air bersih.

Pada wadah dengan tempat air yang sulit dikuras maka Jumantik memberikan bubuk larvasida seperti abate. Membasmi keberadaan kain atau pakaian yang tergantung di dalam rumah. Mengecek kolam renang dan kolam ikan dari jentik nyamuk. Menyambangi rumah kosong dna tidak berpenghuni untuk mengecek jentik nyamuk.

Jika ditemukan jentik nyamuk, katanya lagi, petugas jumantik berhak memberikan peringatan kepada penghuni dan pemilik rumah untuk membersihkan agar bersih dari jentik.

"Jumantik juga akan membuat catatan dan pelaporan yang diperlukan untuk selanjutnya akan dilaporkan ke kelurahan dan dari kelurahan kemudian akan diteruskan ke instansi terkait," katanya.

Sosialiasasi juga dirangkaikan dengan praktik cara pembuatan lavitrap. Perangkap larva adalah perindukan nyamuk buatan yang berfungsi sebagai tempat nyamuk aedes aegypti bertelur.

Setelah telur berkembang menjadi larva, kemudian larva bergerak ke dasar dan terperangkap di bawah kasa sehingga larva tersebut tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Pemasangan lavitrap ini, menurut dia, penting karena merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai kehidupan nyamuk. Dengan pemasangan tiga lavitrap atau lebih di setiap rumah, dia berharap ke depannya indikasi DBD di suatu daerah akan menurun untuk memberantas penyakit DBD, chikungunya, virus zika, dan japanese encephalitis.(r12/ant)



 
Berita Lainnya :
  • Tekan Angka Kasus DBD, Dinkes Riau Gencarkan Sosialisasi Jumantik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved