DBD di Pekanbaru Tembus 817 Kasus, 10 Orang Meninggal
Senin, 31-10-2016 - 20:31:52 WIB
 |
Ilustrasi
|
Riau12.com - PEKANBARU - Sampai minggu ke-43, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru tembus 817 kasus. Korban meninggal sudah mencapai 10 orang.
Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dari 12 Kecamatan, penderita DBD paling banyak berada di Kecamatan Payung Sekaki, mencapai 132 kasus. Kemudian Marpoyan Damai 109 kasus, Tampan 100 kasus, Bukit Raya 87 kasus.
Sedangkan penderita terendah ada Kecamatan Sail sebanyak 25 kasus, Pekanbaru Kota 25 kasus.
Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Helda S Munir menyebut, untuk menekan jumlah penderita DBD Diskes sudah melakukan beberapa upaya langkah pencegahan. Mulai melakukan imbauan agar masyarakat menggalakan 3M plus serta melakukan fogging ke wilayah-wilayah rawan DBD.
"Namun kondisi cuaca saat ini tak menentu kadang panas, kadang hujan," kata Helda di Pekanbaru, Senin (31/10/2016).
Kondisi ini menyebabkan nyamuk Aides Aegipty cepat berkembang biak. Disinggung mengenai pelaksanaan fogging yang kini sudah jarang dilakukan, Helda mengatakan Diakes sudah tidak bisa lagi mengakomodir semua permintaan masyarakat, sebab keterbatasan alat dan obat.
"Inilah menjadi kendala untuk melakukan fogging ke daerah rawan DBD," ungkapnya.
Seperti diketahui, tahun ini merupakan kasus DBD tertinggi selama empat tahun terakhir. Tahun 2013 tercatat hanya 113 kasus, lalu meningkat di tahun 2014 menjadi 209. Kasus DBD terus bertambah menjadi 502 kasus di tahun 2015.
Tahun 2016 yang masih berjalan sembilan bulan, kasus DBD sudah mencapai 817 kasus. Melihat kondisi cuaca, kemungkinan kasus DBD masih bisa bertambah.
Upaya Diskes mengurangi penyebaran DBD, kata Helda sudah dilakukan semaksimal mungkin. Tapi nyatanya, tahun 2016 ini rekor tertinggi penyebaran DBD. (r12/hr)
Komentar Anda :