www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
DBD di Pekanbaru Tembus 817 Kasus, 10 Orang Meninggal
Senin, 31-10-2016 - 20:31:52 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Sampai minggu ke-43, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru tembus 817 kasus. Korban meninggal sudah mencapai 10 orang.

Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dari 12 Kecamatan, penderita DBD paling banyak berada di Kecamatan Payung Sekaki, mencapai 132 kasus. Kemudian Marpoyan Damai 109 kasus, Tampan 100 kasus, Bukit Raya 87 kasus.

Sedangkan penderita terendah ada Kecamatan Sail sebanyak 25 kasus, Pekanbaru Kota 25 kasus.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Helda S Munir menyebut, untuk menekan jumlah penderita DBD Diskes sudah melakukan beberapa upaya langkah pencegahan. Mulai melakukan imbauan agar masyarakat menggalakan 3M plus serta melakukan fogging ke wilayah-wilayah rawan DBD.

"Namun kondisi cuaca saat ini tak menentu kadang panas, kadang hujan," kata Helda di Pekanbaru, Senin (31/10/2016).

Kondisi ini menyebabkan nyamuk Aides Aegipty cepat berkembang biak. Disinggung mengenai pelaksanaan fogging yang kini sudah jarang dilakukan, Helda mengatakan Diakes sudah tidak bisa lagi mengakomodir semua permintaan masyarakat, sebab keterbatasan alat dan obat.

"Inilah menjadi kendala untuk melakukan fogging ke daerah rawan DBD," ungkapnya.

Seperti diketahui, tahun ini merupakan kasus DBD tertinggi selama empat tahun terakhir. Tahun 2013 tercatat hanya 113 kasus, lalu meningkat di tahun 2014 menjadi 209. Kasus DBD terus bertambah menjadi 502 kasus di tahun 2015.

Tahun 2016 yang masih berjalan sembilan bulan, kasus DBD sudah mencapai 817 kasus. Melihat kondisi cuaca, kemungkinan kasus DBD masih bisa bertambah.

Upaya Diskes mengurangi penyebaran DBD, kata Helda sudah dilakukan semaksimal mungkin. Tapi nyatanya, tahun 2016 ini rekor tertinggi penyebaran DBD. (r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • DBD di Pekanbaru Tembus 817 Kasus, 10 Orang Meninggal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved