PETI Makin Merajalela di Kuansing
Jumat, 14-10-2016 - 07:57:45 WIB
 |
Ilustrasi penujukan lokasi PETI beraktifitas
|
Riau12.com - TELUK KUANTAN - Dinilai lemahnya penegakan hukum, mengakibat aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) semakin menjadi-jadi dan merajalela Kabupaten Kuantan Singingi.
Jika selama ini mereka beraktifitas di lokasi-lokasi yang jauh dari pemukiman, sekarang sudah semakin terbuka, terang-terangan terutama di kawasan Sungai Kuantan yang merupakan sungai terbesar di Kuansing.
Bahkan tak jauh dari kantor-kantor Polisi pun mereka sudah begitu berani melaksanakan kegiatan PETI, seperti di Desa Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar. Tak sampai tiga ratus meter, terlihat sejumlah alat PETI bekerja tanpa tersentuh hukum dan rasa malu kepada masyarakat sekitarnya maupun yang melihat dari jalan raya.
Tidak hanya di sini, di Kecamatan Pangean, Kuantan Mudik hingga ke Singingi dan Singingi Hilir, terlihat mereka semakin beraktifitas bebas tanpa batas.
Warga yang keberatan hanya dapat menahan amarah, melihat aktifitas ini dibekingi preman dan oknum aparat, sehingga sulit bagi mereka untuk melakukan pemusnahan.
Ketua forum daerah aliran sungai (DAS) Riau, Ir. Mardianto Manan, MT di sela-sela menghadiri HUT Kuansing ke-17 mengaku, saat ini aktifitas PETI memang makin merajalela. Hal ini ujarnya tak terlepas dari lemahnya penegakan hukum.
"Masyarakat sebenarnya sebagian besar marah dan kecewa melihat akfifitas PETI ini, tetapi mereka khawatir, di tengah itu aparat hukum tak bertindak," ujarnya seperti dilansir halloriau.
Begitu banyak pengorbanan yang dirasakan masyarakat, selain lingkungan alam yang rusak yang berakibat pada tercemarnya air, musnahnya flora dan fauna, lingkungan yang tandus, juga suara yang bising akibat PETI terutama bagi masyarakat sekitarnya.
"Kita minta Polda Riau turun tangan mengatasi masalah PETI di Kuansing, agar sedikit ada efek jera agar tidak semakin merajalela," tandasnya.(r12)
Komentar Anda :