www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
PETI Makin Merajalela di Kuansing
Jumat, 14-10-2016 - 07:57:45 WIB
Ilustrasi penujukan lokasi PETI beraktifitas
TERKAIT:
   
 

Riau12.com - TELUK KUANTAN - Dinilai lemahnya penegakan hukum, mengakibat aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) semakin menjadi-jadi dan merajalela Kabupaten Kuantan Singingi.

Jika selama ini mereka beraktifitas di lokasi-lokasi yang jauh dari pemukiman, sekarang sudah semakin terbuka, terang-terangan terutama di kawasan Sungai Kuantan yang merupakan sungai terbesar di Kuansing.

Bahkan tak jauh dari kantor-kantor Polisi pun mereka sudah begitu berani melaksanakan kegiatan PETI, seperti di Desa Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar. Tak sampai tiga ratus meter, terlihat sejumlah alat PETI bekerja tanpa tersentuh hukum dan rasa malu kepada masyarakat sekitarnya maupun yang melihat dari jalan raya.

Tidak hanya di sini, di Kecamatan Pangean, Kuantan Mudik hingga ke Singingi dan Singingi Hilir, terlihat mereka semakin beraktifitas bebas tanpa batas.

Warga yang keberatan hanya dapat menahan amarah, melihat aktifitas ini dibekingi preman dan oknum aparat, sehingga sulit bagi mereka untuk melakukan pemusnahan.

Ketua forum daerah aliran sungai (DAS) Riau, Ir. Mardianto Manan, MT di sela-sela menghadiri HUT Kuansing ke-17 mengaku, saat ini aktifitas PETI memang makin merajalela. Hal ini ujarnya tak terlepas dari lemahnya penegakan hukum.

"Masyarakat sebenarnya sebagian besar marah dan kecewa melihat akfifitas PETI ini, tetapi mereka khawatir, di tengah itu aparat hukum tak bertindak," ujarnya seperti dilansir halloriau.

Begitu banyak pengorbanan yang dirasakan masyarakat, selain lingkungan alam yang rusak yang berakibat pada tercemarnya air, musnahnya flora dan fauna, lingkungan yang tandus, juga suara yang bising akibat PETI terutama  bagi masyarakat sekitarnya.

"Kita minta Polda Riau turun tangan mengatasi masalah PETI di Kuansing, agar sedikit ada efek jera agar tidak semakin merajalela," tandasnya.(r12)



 
Berita Lainnya :
  • PETI Makin Merajalela di Kuansing
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved