www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kadiskes Sebut Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Hampir 800 Orang
Senin, 03-10-2016 - 07:04:47 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Tiap pekan jumlah penderita Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Kota Pekanbaru terus bertambah, di mana memasuki pekan ke-38 tahun 2016 jumlahnya sudah mencapai 793 orang, diantaranya 10 orang telah meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Helda S Munir, mengatakan, dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bertuah, penderita DBD paling banyak berada di Kecamatan Payung Sekaki 126 orang, lalu Marpoyan Damai 106 orang Tampan 97 orang, Bukit Raya 86 orang, dan Rumbai Pesisir 71 orang.

Sambung Helda untuk Kecamatan Rumbai 66 orang,  Sukajadi 60 orang, Tenayan Raya 51 orang, Limapuluh 43 orang, Senapelan 39 orang, Sail 25 orang Pekanbaru Kota 23. "Pekan ke-38 jumlah DBD mecapai 793 orang, terbanyak berada di Kecamatan Payung Sekaki dengan 126 orang," sebut Helda, Ahad (2/10/2016).

Kata Helda, untuk menekan jumlah penderita DBD pihaknya sudah melakukan beberapa upaya langkah pencegahan, mulai melakukan imbauan agar masyarakat menggalakan 3M plus serta melakukan fogging ke wilayah-wilayah rawan DBD.

"Kita sudah berupaya maksimal untuk menekan jumlah penderita DBD, namun kondisi cuaca saat ini tak menentu kadang panas kadang hujan. Hal ini menyebabkan nyamuk Aides Aegipty cepat berkembang biak. Kita terus menghimbau masyarakat terus menggalakan 3M plus." Paparnya

Ketika disinggung mengenai pelaksanaan fogging yang kini sudah jarang dilakukan, Helda mengatakan pihaknya sudah tidak bisa lagi mengakomodir semua permintaan masyarakat, sebab keterbatasan alat dan obat.  

"Kita keterbatasan alat dan obat. Inilah menjadi kendala untuk melakukan fogging ke daerah rawan DBD," katanya.(r12/rp)



 
Berita Lainnya :
  • Kadiskes Sebut Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Hampir 800 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved