Sehari, BMKG Temukan 14 Titik Panas Riau
Senin, 05-09-2016 - 07:45:22 WIB
 |
Ilustrasi
|
Riau12.com - PEKANBARU - Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendeteksi 31 titik panas berada di Sumatera dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih dari 50 persen.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Ahad, mengaku, jumlah titik panas tersebut mengalami kenaikan dratis terutama untuk Provinsi Riau.
"Riau dalam beberapa hari terakhir dinyatakan nihil, termasuk pagi tadi. Tapi sore ini wilayah daratan provinsi itu terdeteksi 14 titik panas dan menjadi kosentrasi titik panas di Sumatera," katanya.
Dia paparkan itu, setelah melihat sebaran titik panas di Sumatera berdasarkan rilis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari pantauan sensor modis pada citra satelit milik NASA yakni Aqua dan Terra.
Selain di Riau, lanjutnya, titik panas terdeteksi pada lima provinsi lain yakni Lampung enam titik, Sumatera Barat lima titik, Sumatera Selatan tiga titik, Sumatera Utara dua titik dan Bangka Belitung satu titik.
Slamet berujar, 14 titik panas di Riau itu tersebar pada tujuh kabupaten yakni Rokan Hulu lima titik, Pelalawan dua titik, Bengkalis Kampar, Rokan Hilir, Siak dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.
Terdapat dua daerah terdeteksi oleh satelit dengan jumlah empat titik dari jumlah total titik panas di Riau, merupakan titik api karena memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 70 persen atau berpotensi karlahut.
"Ke-4 titik api itu berada di Rokan Hulu tiga titik, masing-masing di Rambah, Rokan IV Koto dan Tambusai. Sedangkan satu titik lagi berada di Bengkalis tepatnya di Bantan," ucapnya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar awal pekan ini mengaku, saat ini kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi pada sejumlah wilayah di Tanah Air, namun tidak separah dibanding tahun 2015.
Siti menuturkan, jumlah titik panas tercatat secara nasional berkurang 70 hingga 90 persen dari periode yang sama tahun lalu yakni dari 8.247 menjadi 2.356 titik.
Penurunan titik panas tersebut terjadi di Riau dan Kalimantan Tengah. Tahun 2015 terdapat 1.292 titik panas di Riau. Di provinsi tersebut baru tercatat 317 titik tahun ini.
Sedangkan di Kalimantan Tengah, dari 1.137 titik panas tahun lalu, turun menjadi 56 titik panas pada tahun 2016.
"Penurunan titik panas tidak lepas dari upaya tiada henti tim terpadu di lapangan," ucapnya.(r12/ant)
Komentar Anda :