www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Prihatin, Sudah 10 Warga Pekanbaru Meninggal Akibat DBD Tahun Ini
Selasa, 23-08-2016 - 19:09:20 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Sepanjang tahun 2017 ini, sudah 10 warga Pekanbaru meninggal dunia Akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dua diantaranya meninggal di pekan ke-33. Dua orang yang meninggal tersebut masing-masing merupakan warga Kecamatan Tampan dan Kecamatan Payung Sekaki.

Demikain dikatakan Kepala Diskes Pekanbaru drg Helda S Munir melalui Kabid Pengendalian Kesehatan Gustiyanti SKM MKes, Selasa (23/8/2016). Ia mengatakan secara keseluruhan, Diskes Kota Pekanbaru mencatat sampai saat ini kasus DBD sudah mencapai 746 kasus.

10 di antaranya meninggal dunia. Rincian kasus yang meninggal di antaranya di Kecamatan Bukit Raya satu orang, Marpoyan Damai (4), Tampan (4), dan Payung Sekaki satu orang.

"Dua korban yang meninggal akibat DBD dikarenakan korban lambat dibawa ke rumah sakit, bukan karena penangan lambat di rumah sakit. Apalagi korban sudah muntah darah baru dibawa ke fasilitas kesehatan. Artinya penanganan dari keluarga lambat. Jika pihak keluarga segera membawa korban ke rumah sakit, diyakini kondisi korban tidak akan terlanjur parah," ujar Yanti.

Ia menjelaskan, kadang gejala setiap orang yang menderita DBD tidak sama. Ada sebagian orang hanya terlihat seperti demam biasa saja. Ada juga yang kelihatan tidak seperti demam biasa.

"Kadang kan gejala nggak sama setiap orang, karena kekebalan tubuh orang juga beda. Kalau demam, langsung saja periksakan. Terkadang pihak keluarga tidak paham dengan siklus DBD ini," terangnya.

Guna mencegah bertambahnya penderita DBD, Yanti menyebutkan pihaknya melakukan berbagai cara mulai dari penyuluhan melalui kader jumantik dan juga fogging.(r12)




 
Berita Lainnya :
  • Prihatin, Sudah 10 Warga Pekanbaru Meninggal Akibat DBD Tahun Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved