www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Astaga, Sudah 12 Rumah Sakit Terindikasi Gunakan Vaksin Palsu
Jumat, 08-07-2016 - 14:18:41 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih terus mendalami kasus vaksin palsu. Salah satu yang ditelisik adalah alasan dan cara rumah sakit membeli vaksin palsu. Setidaknya ada 12 rumah sakit swasta yang terdata membeli vaksin tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan, metode pembelian dan alasan rumah sakit memilih vaksin palsu itu penting untuk diketahui. Dengan begitu, dapat diketahui rumah sakit terlibat atau tidak. 

"Tentu ini untuk mengetahui bagaimana peran rumah sakit," paparnya saat ditemui di kompleks Mabes Polri kemarin.

Saat ini setidaknya sudah 12 rumah sakit (RS) yang menjadi pembeli dari produsen vaksin palsu. Seperti sebelumnya, semua RS itu dipastikan swasta. Namun, Agung masih enggan menyebut identitas RS itu.

 "Mereka punya hak yang juga harus dilindungi. Rumah sakit belum tentu terlibat. Rumah sakit itu yang pasti ada di Jawa," ujarnya.

Selain cara dan alasan membeli vaksin palsu, Bareskrim juga berfokus untuk mengetahui pengelolaan limbah medis. Sebab, menurut Agung, pengelolaan limbah medis itu menjadi titik awal pemalsuan vaksin.

Tanpa botol vaksin bekas, lanjut Agung, para pemalsu itu sulit untuk membuat vaksin tersebut. Tentu mengetahui pengelolaan limbah medis itu menjadi salah satu yang harus diutamakan. 

"Bisa jadi, dari oknum pengelola limbah medis rumah sakit ini, ada yang bekerja sama dengan pelaku," terangnya.

Hingga saat ini, Bareskrim telah menetapkan 18 tersangka untuk kasus vaksin palsu. Mereka terdiri atas produsen, distributor, dan pemilik apotek atau klinik. Hingga saat ini, belum ada pelaku yang berasal dari RS. "Semoga bisa ditemukan indikasinya ya," ujarnya.

Selain itu, saat ini Bareskrim telah menyita sejumlah aset milik produsen vaksin palsu. Selain sejumlah rekening, ada penyitaan mobil Pajero berwarna putih milik pasangan Hidayat dan Rita Agustina yang menjadi tersangka. 

"Aset tidak bergerak seperti tanah dan rumah juga sedang diperiksa. Kami harus memastikan aset itu hasil dari pemalsuan vaksin," tegasnya.

Dia menuturkan, dari pemeriksaan selama ini, diketahui omzet setiap produsen vaksin palsu itu dalam sekali transaksi minimal Rp 200 juta. Belum lagi bila dalam sebulan ada beberapa transaksi. 

Sebelumnya, Bareskrim telah memeriksa empat perawat rumah sakit yang membeli vaksin palsu. Kandungan berbahaya dari delapan sampel vaksin juga dipastikan tidak ada. Hanya, kandungan vaksin palsu itu tidak berguna untuk tubuh.(r12/drn)



 
Berita Lainnya :
  • Astaga, Sudah 12 Rumah Sakit Terindikasi Gunakan Vaksin Palsu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved