PT MIG "Ingkar Janji", Gaji 340 an Karyawannya Hanya Dibayarkan Rp500-Rp700 Ribu Saja
Riau12.com-PEKANBARU-Sebelumnya, gaji sekitar 340 an orang pekerja mulai dari sopir hingga buruh pengangkut sampah mulai dibayarkan Jumat (1/7) kemarin, sehari pasca Pemko membayarkan tagihan Rp1,2 miliar pada MIG.
Harusnya, Jumat menjadi hari bahagia bagi para pekerja itu, namun siapa sangka, mayoritas dari pekerja hingga kini menerima gaji yang rata-rata kurang Rp500 ribu sampai Rp700 ribu.
Kondisi ini tentu mengundang tanya tentang keseriusan PT MIG setelah selalu menjadikan belum adanya pencairan dari Pemko sebagai alasan. Kini setelah pencairan dilakukan, gaji tetap bermasalah juga.
Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru Alek Kurniawan terkait pencairan saat dikonfirmasi, Ahad (3/7) mengatakan pihaknya mencairkan sesuai permintaan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), SKPD yang bertanggungjawab atas pengelolaan sampah.
"Berdasarkan penagihan, berapa yang diajukan DKP segitu yang kita bayarkan. Kemarin itu total seluruh yang diajukan. Saya pikir juga tidak ada lagi, karena kan sudah putus kontrak," kata Alek.
Alek enggan berpolemik apakah masih ada tagihan MIG yang tertunda atau tidak, namun ia bisa memastikan seluruh permintaan pencairan yang sudah disepakati MIG dan DKP, itulah yang dibayarkan pihaknya.
"Yang jelas, berapa yang diajukan ke kita sudah diproses semua," tegasnya.
Sementara itu, pekerja MIG Hasan pada wartawan menyebutkan hingga kini MIG terkesan menghindar untuk menjelaskan perkara gaji yang tak penuh dibayarkan tersebut.
"Banyak yang kurang bayarnya, bukan penuh dibayar. Orang tu janjikan sebulan, ada yang kurang Rp500 ribu, Rp700 ribu," terangnya seperti dilansir Riau Pos.
Terkesan menghindarnya MIG ini terlihat dari General Manager-nya Yudi yang sudah mengatur janji bertemu dengan pekerja malah membatalkan janji sepihak. "Kami menunggu Pak Yudi. Dia ditelepon tak datang-datang. Padahal sudah janji mau ketemu. Menghilang saja dia," imbuh Hasan.
Sebagai jaminan agar MIG mau melunasi gaji sesuai yang seharusnya, pekerja kini masih menahan truk milik MIG.
"Kami kecewa. Kalau sudah dibayarkan gaji semua, kami baru mau mulai bekerja. Sekarang kami tahan mobilnya. Karena kantor mereka tak ada lagi. Kosong kantornya," keluhnya.
Terpisah, manajemen MIG sendiri sulit dihubungi. Asisten Manajer Operasional Wawan tak mengangkat ketika ditelepon. Begitu juga GM PT MIG Yudi. Sambungan telepon selulernya tak diangkat meski tersambung.(r12)
Komentar Anda :