www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Bermasalah, BPMPD Minta Inspektorat Audit UED-SP Tiga Desa
Selasa, 21-06-2016 - 16:38:01 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SELATPANJANG-Penggunaan anggaran Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di tiga Desa di Kepulauan Meranti bermasalah. Oleh sebab itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) meminta pihak inspektorat bisa mengauditnya.

Kepala BPMPD Kepulauan Meranti, Ikhwani, mengungkapkan, tiga desa yang pelaksanaan UED-SP-nya bermasalah, yakni Desa Tanjung Medang, Desa Melai dan Desa Segomeng. Masing-masing Desa mendapatkan anggaran UED-SP sebesar lebih kurang Rp500 juta.

"Ya, memang bermasalah. Makanya kami minta pihak inspektorat bisa mengauditnya sehingga bisa diketahui bagaimana pelaksanan UED-SE di tiga desa tersebut dilaksanakan," ujarnya, Selasa (21/6/2016) kemarin, saat ditemui di ruang kerjanya.

Ikhwani tidak mengetahui secara persis tahun berapa anggaran UED-SP diterima tiga Desa tersebut. Namun, dia menegaskan, tujuan UED SP tersebut untuk membantu dana bergulir di wilayah desa masing-masing dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Kami tidak tahu juga kenapa tiga desa ini bisa kacau pelaksanaan UED SP-nya. Apakah tidak tertagih atau malah disalahgunakan. Makanya kami minta audit sehingga menjadi jelas," terangnya.

Ditegaskan Kepala BPMPD Kepulauan Meranti itu bahwa program UED-SP tersebut berjalan dengan baik dan lancar di beberapa desa yang juga mendapatkan kucuran UED-SP ini. Bahkan dari modal awal Rp500 juta sudah ada yang hingga mencapai Rp3 miliar.

"Beberapa desa malah berhasil dan mencapai miliaran rupiah dalam beberapa tahun. Sebenarnya, UED-SP ini sangat baik dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kita. Namun entah bagaimana kok tiga desa malah bermasalah," ujarnya kesal.(r12/Rp)



 
Berita Lainnya :
  • Bermasalah, BPMPD Minta Inspektorat Audit UED-SP Tiga Desa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved