Bermasalah, BPMPD Minta Inspektorat Audit UED-SP Tiga Desa
Selasa, 21-06-2016 - 16:38:01 WIB
Riau12.com-SELATPANJANG-Penggunaan anggaran Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di tiga Desa di Kepulauan Meranti bermasalah. Oleh sebab itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) meminta pihak inspektorat bisa mengauditnya.
Kepala BPMPD Kepulauan Meranti, Ikhwani, mengungkapkan, tiga desa yang pelaksanaan UED-SP-nya bermasalah, yakni Desa Tanjung Medang, Desa Melai dan Desa Segomeng. Masing-masing Desa mendapatkan anggaran UED-SP sebesar lebih kurang Rp500 juta.
"Ya, memang bermasalah. Makanya kami minta pihak inspektorat bisa mengauditnya sehingga bisa diketahui bagaimana pelaksanan UED-SE di tiga desa tersebut dilaksanakan," ujarnya, Selasa (21/6/2016) kemarin, saat ditemui di ruang kerjanya.
Ikhwani tidak mengetahui secara persis tahun berapa anggaran UED-SP diterima tiga Desa tersebut. Namun, dia menegaskan, tujuan UED SP tersebut untuk membantu dana bergulir di wilayah desa masing-masing dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Kami tidak tahu juga kenapa tiga desa ini bisa kacau pelaksanaan UED SP-nya. Apakah tidak tertagih atau malah disalahgunakan. Makanya kami minta audit sehingga menjadi jelas," terangnya.
Ditegaskan Kepala BPMPD Kepulauan Meranti itu bahwa program UED-SP tersebut berjalan dengan baik dan lancar di beberapa desa yang juga mendapatkan kucuran UED-SP ini. Bahkan dari modal awal Rp500 juta sudah ada yang hingga mencapai Rp3 miliar.
"Beberapa desa malah berhasil dan mencapai miliaran rupiah dalam beberapa tahun. Sebenarnya, UED-SP ini sangat baik dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kita. Namun entah bagaimana kok tiga desa malah bermasalah," ujarnya kesal.(r12/Rp)
Komentar Anda :