www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Meminimalisir, Ibu-Ibu Simpang Baru Jadi Tenaga Penyuluh DBD
Kamis, 11-02-2016 - 16:25:32 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,Riau12.com-Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan saat ini melibatkan ibu-ibu setempat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Para ibu ini disiapkan menjadi tenaga penyuluh yang akan turun ketengah masyarakat.

Penyuluhan yang akan diberikan berkenanaan dengan bubuk abate, agar masyarakat dapat mempergunakannya supaya jentik-jentik nyamuk tidak berkembang menjadi nyamuk demam berdarah.

Lurah Simpang Baru, Wahyu Idris, Rabu (10/2) mengatakan, kecamatan Tampan menjadi wilayah sering terserang kasus DBD. Tidak terkecuali di Kelurahan Simpang Baru.

"Untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat DBD, maka ibu-ibu dari masyarakat setempat dibentuk menjadi tim dan disiapkan untuk memberikan penyuluhan kepada warga," katanya.

Dalam penyuluhan yang diberikan, masyarakat langsung mendapatkan bubuk abate secara cuma-cuma untuk dapat dimasukkan ke dalam sumber air yang ada di rumah seperti sumur atau bak mandi.

"Manfaat dari bubuk abate yang dimasukkan kedalam bak mandi, agar jentik nyamuk dapat diberantas,'' ungkapnya.

Dijelaskan Idris, dari laporan masyarakat yang masuk ke kelurahan, sejauh ini sudah ada empat kasus DBD di Kelurahan Simpang Baru. Dengan adanya korban tersebut, maka RT dan RW diinstruksikan untuk selalu bergotong royong minimal sekali dalam dua minggu.

"Dengan gotong royong, setidaknya dapat mengurangi jentik-jentik nyamuk untuk berkembang di pemukiman warga," imbuhnya.

Dalam memberantas DBD, Lurah Simpang Baru menekakan perlunya kesadaran dari masyarakat.

"Tanpa itu sulit akan diberantas. Dari pemerintah sendiri tetap menyediakan peralatan seperti fogging untuk membantu masyarakat dalam upaya memberantas nyamuk dan Puskesmas tempat menampung jika ada pasien terjangkit DBD," tutupnya.(r12).



 
Berita Lainnya :
  • Meminimalisir, Ibu-Ibu Simpang Baru Jadi Tenaga Penyuluh DBD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved