Riau12.com, TELUKKUANTAN - Ratusan massa yang tergabung dalam masyarakat
Kenegerian Teluk Kuantan mendatangi kantor bupati Kuansing Rabu
(24/10/2018) sore. Kedatangan ratusan massa tersebut disambut langsung
Bupati Mursini dan Sekda Dr. Dianto Mampanini, SE. MT. Kedatangan massa
tersebut terkait tidak puasnya masyarakat dengan pemerintahan
Mursini-Halim (MH) yang sudah berjalan tiga tahun terakhir.
Selain
kantor bupati, massa yang berjumlah sekitar 300 san orang tersebut juga
mendatangi kantor DPRD Kuansing. Saat penyampaian orasi tersebut,
nampak hadir Datuk Bisai, Ediyanus Herman, Korlap Rustam Salam, Datuak
Penghulu Nan Berompek Kenegerian Teluk Kuantan, seperti Teddy Oscar,
Raja Efendi, Alsir Ali Hasan dan ammrizal.
Ketua panitia
sekaligus orator, Emil Harda menyampaikan bahwa pemerintahan MH kurang
respon terhadap tuntutan masyarakat kenegerian Teluk Kuantan. Padahal,
lanjut Emil Harda, penyumbang suara terbesar MH adalah kenegerian Teluk
Kuantan.
"Sejak pemerintahan MH, kami melihat banyak kebijakan
yang berbeda pandangan, sehingga terkadang terkesan berlawanan antara
bupati, Wabup dan Sekda. Sehingga masyarakat menjadi bingung. Bahkan
beberapa waktu lalu sempat heboh terkait cekcok antara bupati dan Wabup.
Inikan membuat malu," ujar Emil Harda.
Selain itu, dalam
tuntutan tersebut, masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan juga menyoroti
hubungan antara eksekutif dengan legislatif. Pemandangan tersebut sering
terlihat pada acara yang diselengarakan oleh pihak eksekutif, ketua
DPRD tidak hadir.
"Masih segar dalam ingatan kita saat pelantikan
Bupati dulu. Ketua DPRD tidak hadir. Ini terkesan bahwa DPRD sebagai
lembaga oposisi. Kita berharap, kedepan, pemerintah dengan legislatif
bergandeng tangan membangun Kuansing ke arah yang lebih baik," pinta
Emil Harda.
Emil Harda menambahkan, banyaknya bangunan yang
terbengkalai di Kuansing menjadi contoh tidak keseriusan pemerintah.
"Coba lihat pasar modern, Hotel Kuansing, gedung Abdurrauf. Tidak
terawat dan sebagian sudah hancur. Itu belum termasuk jalan masuk kampus
Uniks yang berlumpur," ujar Emil Harda.
Sampai pukul 15.00 WIB,
ratusan massa sedang melakukan orasi di gedung DPRD Kuansing. Belum ada
tanggapan resmi dari Pemkab Kuansing dan DPRD Kuansing terkait aksi
ratusan masyarakat tersebut.(rtc)