Riau12.com, PEKANBARU - Musibah banjir yang kerap terjadi di Jalan di kawasan Pasar Dupa Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai kota Pekanbaru, memunculkan fakta baru. Sejumlah tiang bangunan warga di daerah tersebut ternyata dibangun sangat mepet dengan badan sungai bahkan ditengahnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution sangat menyayangkan masih adanya masyarakat yang mendirikan bangunan mepet dengan sungai. Ia mengatakan, pada dasarnya garis sempadan sungai (GSS) tidak boleh dibangun.
"Menurut saya, setelah menyisir pelantaran anak aliran sungai Sail dikawasan pasar Dupa terjadinya banjir disitu karena sikap warga yang acuh tak acuh dengan kebersihan sungai itu sendiri, Tapi kalau memang masyarakat sudah membangun maunya seperti itu dan tidak bisa dilarang lagi, terpaksa harus menanggung risiko berupa bencana banjir," ujarnya, Senin (17/09/2018).

Terkait ini, Indra Pomi akan melakukan koordinasi dengan menggandeng tim yustisi untuk melakukan normalisasi sungai itu.
"Seperti Dinas DLHK Pekanbaru, akan kita gandeng untuk memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga kebersihan untuk menjaga lingkungan, Satpol PP untuk membongkar bangunan bangunan yang berada di sempadan sungai Sail," jelasnya.
Indra pun mengimbau masyarakat yang tinggal di pinggir sungai untuk selalu berhati-hati serta sama-sama menjaga kebersihan sungai. Tidak bisa selamanya masyarakat yang tinggal di pinggir sungai menyalahkan pemerintah apabila terjadi banjir.
Sejak dini, kata dia, seharusnya masyarakat juga mengantisipasinya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan rutin bergotong royong menjaga kebersihan.
Dikatakan, Indra untuk mengurai persoalan banjir dikawasan pasar dupa, Dinas PUPR akan melakukan Pendekatan teknis yang diperlukan sehubungan dengan kondisi kawasan Sungai dan sekitarnya yakni :
1). Menormalisasikan sungai, sehingga sepadan sungai akan jelas keberadaannya dan fungsinya.
2). Daerah aliran sungai perlu ditata sehingga, hutan lindung tetap terjaga, guna mengurangi masalah sedimentasi dan sebagai daerah resapan.
3). Untuk daerah-daerah limitasi (terbatas), perlu ditanggulangi agar penggu-naannya lebih terarah.
Disisi lain, Hamidah Warga pasar Dupa mengatakan persoalan banjir bukanlah masalah baru bagi warga Pekanbaru tapi adalah masalah yang sudah menahun. "Kami berharap kepada pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi banjir. Pasalnya hujan sebentar saja rumah saya sudah tergenang air karena luapan sungai Sail ini," keluhnya.
Kemudian, Hamidah mengungkapkan dampak dari banjir tersebut banyak perabotan rumah tangga miliknya yang rusak. Seperti waktu hari raya Idul fitri kemarin banjir sampai dada orang dewasa.
"Ini adalah kesengsaraan yang kami rasakan. Kami butuh bukti bukan janji," pungkasnya.(r12)