Peduli, Yawatim ASEAN Bangun Kampus Universitas Khusus Anak Yatim di Pekanbaru
Senin, 05-02-2018 - 09:00:00 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Yayasan Wakaf Pendidikan Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Association of South East Asia Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara berencana akan membangun sebuah kampus perguruan tinggi (PT) atau universitas yang menampung anak anak yatim dan keluarga miskin.
Rencana itu terungkap dalam acara jamuan makan malam dan silaturahmi antara pengurus dari beberapa negara ASEAN seperti Malaysia-Indonesia-Singapura-Filipina-Kamboja-Thailand di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru, Ahad malam (4/2/18).
Rencananya acara Majlis Mesyuarat Pengurus Forum Yatim ASEAN ini bakal dibuka langsung Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, pagi ini.
Presiden Yawatim ASEAN Prof Dato' DR Tengku Mahmud bin Mansor dalam sambutannya mengatakan menyebutkan rencana pembangunan kampus universitas khusus anak anak yatim dan keluarga miskin ini merupakan rencana yang tertunda.
"Sebenarnya kita berencana membangun universiti anak yatim ini di Surabaya, tetapi pemerintah Malaysia ketika itu tidak memberikan izin kepada kami untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup banyak untuk pembangunan kampus itu," kata Dato' DR Tengku Mahmud bin Mansor yang merupakan mantan Menteri Pertanian Malaysia ini.
Ditambahkan, manusia hanya bisa berencana tetapi Allah juga yang memutuskannya. "Alhamdulillah akhirnya kami, Insha Allah mendirikan universiti anak yatim di Pekanbaru ini. Untuk lahannya sudah ada. Dia nya merupakan hibah dari Bapak Haji Hasymi Majidi seluas lebih kurang 130 hektare," tuturnya.
Hasymi Majidi yang merupakan pensiunan pegawai kantor Gubernur Riau itu kebetulan pada malam silaturahmi tadi malam merayakan hari ulangtahunnya yang ke-72. Setelah mendapat doa dari pengurus Yawatim ASEAN, Hasymi dalam perbincangan dengan riauterkinicom menyatakan ikhlas dan berbahagia bisa mewakafkan tanahnya untuk pendidikan anak yatim di Asia Tenggara ini.
"Alhamdulillah istri dan anak anak saya setuju dan ikhlas apa yang saya perbuat ini," tuturnya.
Terlepas soal itu, Ketua Panitia Majlis Mesyuarat Pengurus Forum Yatim ASEAN, Ahmad Chudori, SE, MSi menyatakan musyawarah akan berlangsung selama 4 (empat) hari dari Sabtu (3/2/18) lalu. Musyawarah ini berlangsung selama 2 tahun sekali yang diikuti pengurus dari ASEAN.
"Dalam musyawarah ini nanti selain membahas program program kebajikan untuk anak yatim seperti pembangunan kampus universitas juga akan dibahas rencana pemindahan kantor pusat Yawatim ASEAN dari Surabaya, Jawa Timur ke Pekanbaru, Riau," tutupnya.(rtc)
Komentar Anda :