www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Miris, Siswi SD di Kampar Ini Alami Kekerasan oleh Ibu Tiri
Rabu, 02-08-2017 - 08:29:28 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BANGKINANG-Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Kampar mengalami kekerasan yang dilakukan oleh Ibu Tirinya. Kekerasan yang dialami Melati (bukan nama sebenarnya) tersebut justru terjadi pada hari Ahad (23/7/2017) atau bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Pekanbaru. Pada hari itu Presiden Jokowi bergembira bersama ribuan anak-anak dari seluruh Indonesia.

Apa yang dialami Melati yang baru berusia 8 tahun tersebut pertama kali diketahui wali kelasnya di salah satu Sekolah Dasar Kecamatan Bangkinang Kota di Kabupaten Kampar pada Senin (24/7/2017) pagi. Ketika itu sang guru melihat Melati dalam kondisi murung di dalam kelas di saat teman-temannya bermain di luar.

Melihat ada yang tidak beres sang guru berusaha mengorek informasi dari sang anak apa yang sedang dialaminya. Setelah didekati dan diajak bicara, terungkaplah bahwa Melati baru saja mengalami dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya berinisial SG (22).

Betapa kagetnya sang Wali Kelas melihat anak didiknya itu mengalami dugaan kekerasan seperti merah di bagian mata dan pelipisnya bengkak. Tidak sampai disitu saja, Wali Kelasnya memeriksa di bagian lain rupanya bagian badan dan paha ada bekas cubitan berwarna biru. Bekas tersebut akibat korban dipukul, ditampar, dicubiti serta ditinju bagian matanya oleh ibu tirinya. Perlakukan yang lebih miris lagi Melati juga pernah ditendang hingga terjatuh.

Merasa iba dan kasihan, AS langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Sekolah. Dari hasil kesepakatan Wali Kelas dan Kepala Sekolah akhirnya Melati dibawa ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Kampar. Selanjutnya persoalan ini dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar dan disepakati untuk dilaporkan ke Polres Kampar.

Setelah pertemuan di Kantor P2TP2A Kabupaten Kampar, Ketua P2TP2A Kabupaten Kampar Hafis Tohar bersama korban, Wali Kelas, Kepala Sekolah dan perwakilan dari DPPKBP3A Kabupaten Kampar melaporkan kasus dugaan kekerasan terhadap Melati.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kampar.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kampar melalui Bripka Fitri Yeni Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), membenarkan adanya dugaan kasus KDRT yang dialami Melati. Menurut Fitri Yeni bahwa pelaku sudah ditahan dengan alasan dikhawatirkan pelaku melarikan diri.

"Pelaku sudah kita tahan untuk proses hukum selanjutnya," ungkap Fitri.

Ditambahkan Fitri, bahwa pelaku ditangkap pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2017 sekitar pukul 14:00 WIB oleh anggota Unit PPA yang dibantu oleh Unit 3 dengan mendatangi tersangka yang ketika itu sedang bekerja di pinggir sungai.

"Selanjutnya dibawa ke Polres Kampar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," katanya.

Ia berharap dengan diprosesnya kasus dugaan KDRT ini adalah untuk memberikan efek jera dan tidak ada lagi terjadi kasus serupa terhadap anak di Kabupaten Kampar. 

"Kita juga mengimbau kepada para guru untuk berperan aktif seperti dalam kasus ini. Berkat peran aktif guru sama Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak dari DPPKBP3A Kabupaten Kampar sampai kejadian tersebut bisa dilaporkan di Polres Kampar," bebernya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada guru dan Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak atas atensi dan peran aktifnya sehingga membantu dan mudahkan kinerja Unit Pelayanan Perempuan dan Anak dalam menangani kasus ini.

Sedangkan korban Melati saat ini masih dalam pengawasan dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar dan masih berstatus murid SD di Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.(r12/dta)



 
Berita Lainnya :
  • Miris, Siswi SD di Kampar Ini Alami Kekerasan oleh Ibu Tiri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved