Mantap! Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UR Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Air
Rabu, 12-07-2017 - 08:13:02 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau didampingi oleh dosennya berhasil menciptakan sebuah inovasi baru berupa kompor yang berbahan bakar air. Inovasi ini telah lolos dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Teori Fisika tentang suplay oksigen dan energi alternatiflah yang membawa Reski Vernando, Riza Ayu Wardani dan Zukri Hanafi lolos dalam kegiatan PKM sehingga didanai oleh Dikti. Ide tiga mahasiswa ini dibimbing oleh Dr.Fakhrudin.Z, S.Si, M.T yang juga merupakan koordinator Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau.
"Kelangkaan serta naiknya harga LPG dan minyak tanahlah yang melatarbelakangi munculnya ide kami ini," ujar Reski selaku ketua tim ketika ditanya tentang dasar gagasan alat yang dibuat.
Bahan yang digunakan sebagai bahan dasar dalam kompor berbahan bakar air adalah air dan NaOH atau soda api serta limbah minuman kaleng sehingga mudah didapatkan. Soda api dan limbah kaleng tersebut dilarutkan dalam air untuk memicu terjadinya reaksi eksoterm. Hidrogen hasil reaksi eksoterm ini akan menjadi sumber bahan bakar memasak. Selain efisien dan sederhana, kompor air tidak menghasilkan polusi udara. Hal ini disebabkan bahan bakar yang digunakan adalah hydrogen.
Dengan terealisasinya program kreativitas dan inovatif ini diharapkan nantinya akan menghasilkan sebuah produk baru yang dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar kompor yang efisien sehingga bahkan dapat meminimalisir terjadinya bahaya ledakan bagi pengguna kompor gas khususnya para ibu rumah tangga.
Tanggal 12 Juli ini Reski dan teman-temannya akan menghadapi Monitoring Evaluasi (Monev) dari pihak Kemenristekdikti terkait perkembangan program yang telah dijalanlan. Jika Reski dan teman-teman lolos dalam Monev, maka akan mewakili Universitas Riau pada ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang akan diselenggarakan di Makassar.
"Semoga ketika Monev (monitoring evaluasi) nanti kami bisa maksimal mempresentasikan hasil alat yang kami buat hingga lulus PIMNAS XXX di Makasar" tutup Reski.***(rls)
Komentar Anda :