Waduh, Seragam Sekolah di Duri Capai Rp1,4 Juta
Jumat, 30-06-2017 - 10:18:35 WIB
 |
Ilustrasi
|
Riau12.com-DURI-Meski Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis telah melakukan terobosan baru guna memperbaiki dunia pendidikan, namun hal tersebut tidak serta merta dapat dibanggakan dan terkesan semakin memberatkan.
Seperti yang terjadi saat ini, meski seluruh sekolah telah dilarang keras melakukan bisnis penjualan seragam sekolah, kenyataannya orang tua murid semakin menjerit dengan sistem baru yang diberlakukan. Seragam baju yang kini langsung diatur penjahit musiman dan telah ditunjuk sekolah, harganya makin meroket hingga mencapai Rp1,4 juta untuk include seragam sebanyak lima macam.
Hal tersebut tentu saja semakin mencuatkan image jika sekolah tetap bermain akan penjualan seragam dengan penjahit, namun triknya yang dibuat berbeda.
"Memang secara kasat mata, sekolah tidak langsung berurusan dengan seragam, namun hal ini tidak lepas dari peran sekolah yang menekan penjahit agar fee tetap dikeluarkan. Masa satu stel pakaian seragam olahraga dijual dua ratus ribu, yang benar saja,"keluh Wardi, salah seorang wali murid, Kamis (29/6/17) seperti dilansir riauterkini.com.
Tidak hanya itu dikeluhkan Wardi, dirinya dan wali murid lain harus dibebankan lagi dengan iuran Osis, daftar ulang dan lainnya yang nyata-nyata adalah praktek pungutan yang diharamkan.
"Untuk masuk SMP saja sudah seperti ini, bagaimana masuk SMA dan perguruan tinggi. Katanya Pemerintah Pro dengan rakyat, kalau seperti ini sama saja dengan penindasan secara tidak langsung," tuturnya.
Diketahui, Pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan Peraturan Nomor 17 Tahun 2010 pasal 181 dan 198 dengan isi yang mana pendidik atau tenaga pendidik, komite dan dewan pendidik tidak diperbolehkan menjual seragam atau bahan seragam sekolah secara kolektif atau perseorangan. Namun yang kini terjadi, pihak sekolah dengan gamblangnya ikut andil menunjuk tempat penjahit baju dengan orientasi bisnis.
Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura MP.d saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ponselnya, Kamis (29/6/17) tak kunjung berbalas.(*)
Komentar Anda :