www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pemerintah Berharap Kampus Swasta Mau Dimerger
Minggu, 19-02-2017 - 21:17:33 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA-Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengupayakan untuk mempercepat peningkatan akreditasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan cara penggabungan atau merger.

Menristekdikti Mohamad Nasir di Makassar, mengatakan salah satu percepatan peningkatan mutu dengan penggabungan sumber daya antarperguruan tinggi.

"Kita lihat satu yayasan dengan yayasan lainnya ada di beberapa tempat, kita usulkan untuk merger tapi kita tidak paksakan agar perguruan tingginya makin kuat," kata Nasir.

Nasir menjabarkan jumlah perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebanyak 4.529 baik negeri maupun swasta. Namun jumlah tersebut dinilai tidak efektif karena mutu dan kualitasnya masih jauh di bawah harapan.

Dia menjelaskan dari total perguruan tinggi yang ada baru sekira 50 perguruan tinggi yang terakreditasi A, dan sekira 1.000 PTN/PTS terakreditasi B. Sedangkan sekira 3.300 perguruan tinggi sisanya masih terakreditasi C.

Namun Nasir menjelaskan kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan pada akhir 2014 lalu dengan hanya 17 perguruan tinggi terakreditasi A di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah menyarankan agar perguruan tinggi yang berskala kecil mau bergabung dengan perguruan tinggi lainnya untuk menyatukan sarana prasarana ataupun sumber daya tenaga pengajar guna meningkatkan kualitas.

Selain itu pemerintah juga melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap perguruan tinggi dengan memantau poin akreditasi.

Pemerintah, kata Nasir, akan terus memonitor untuk membina perguruan tinggi dengan akreditasi rendah menjadi lebih tinggi. Sedangkan untuk perguruan tinggi yang poin akreditasinya sangat rendah akan ditutup.

Nasir juga berjanji pemerintah akan merervitalisasi tenaga pengajar dengan memberikan beasiswa untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi. Dengan begitu diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas. (r12/oz)



 
Berita Lainnya :
  • Pemerintah Berharap Kampus Swasta Mau Dimerger
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved