www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kemenristekdikti Sebut Indonesia Berpotensi Kekurangan Puluhan Ribu Dosen
Rabu, 02-11-2016 - 08:19:15 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - JAKARTA - Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan,  akan ada 10.000 dosen yang pensiun secara bertahap. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kekurangan dosen yang mengajar di perguruan tinggi.

"Dalam kurun waktu empat tahun mendatang, akan ada sekitar 10.000 dosen yang memasuki masa pensiun. Mereka akan pensiun secara bertahap," ujar Ali, Selasa (1/11).

Selain banyaknya dosen yang pensiun, pihaknya juga menghadapi rasio yang tidak proporsional antara jumlah dosen dengan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS). Ali menjelaskan di beberapa wilayah Kopertis, jumlah mahasiswa lebih besar jika dibandingkan jumlah dosen.

Dia mencontohkan perbandingan dosen dengan mahasiswa bisa mencapai 1:40 bahkan 1:75. Kondisi ini mengindikasikan adanya rasio yang tidak sehat antara jumlah dosen dengan mahasiswa.

Menurut Ali, besarnya jumlah dosen yang pensiun dengan jumlah rekruitmen dosen baru pun tidak seimbang. Pihaknya mengakui jika kondisi ini nantinya berdampak signifikan terhadap kualitas prosess pembelajaran, kualitas SDM lulusan dan mutu pendidikan tinggi secara umum.

"Kekurangan dosen yang menyebabkan rasio tidak sehat antara jumlah dosen dan mahasiswa bisa mempengaruhi tingkat akreditas program studi dan perguruan tinggi yang bersangkitan," ungkap dia.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihak Kemenristekdikti kini sedang menempuh beberapa solusi, antara lain pemberian beasiswa kepada dosen, rekruitmen dosen baru dan mendorong para dosen perguruan tinggi negeri baru (PTNB) menjadi pegawa pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Saat ini, lanjut dia, ada 5.350 dosen PTNB yang masih dalam proses validasi menjadi P3K. Pemerintah juga menyiapkan rekruitmen sekitar 1.500 dosen baru yang masih dalam proses persiapan.

"Para dosen juga kami dorong mengikuti program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) untuk meningkatkan kompetensi mereka," tambah Ali.(r12/rpk)



 
Berita Lainnya :
  • Kemenristekdikti Sebut Indonesia Berpotensi Kekurangan Puluhan Ribu Dosen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved