www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kental Akan Budaya dan Agama, Senator Riau Tolak Penerapan PP Kesehatan di Bumi Lancang Kuning
Senin, 19-08-2024 - 14:53:45 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Penolakan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Kesehatan, terus bermunculan. Kali ini, hal itu dilontarkan senator asal Riau, Intsiawati Ayus.

"Hal tersebut dikarenakan kultur masyarakat Riau pada umumnya kental akan budaya dan agama. Sehingga tidak tepat kalau PP itu diterapkan di sini," ujar Intsiawati Ayus kepada GoRiau.com, Senin (19/8/2024).

Untuk diketahui, salah satu aturan yang dikhawatirkan adalah terkait Pasal 103, mengenai upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja. Tepatnya pada ayat 4 butir e yang menyebutkan terkait penyediaan alat kontrasepsi untuk kalangan remaja.

Lebih lanjut, Intsiawati Ayus mengatakan, sebuah kebijakan lahir harus sesuai dengan mekanismenya. Di antaranya ada latar belakang masalah dan seterusnya. Semua harus sesuai dengan alur pembentukan. Tidak hanya itu, sebelum sebuah kebijakan diterapkan, harus didahului dengan proses sosialisasi.

"Peraturan ini sudah atau belum dilakukan sosialisasinya," ujarnya lagi.

Bila melihat duduk permasalahannya, Intsiawati Ayus yakin pasti ada daerah di Indonesia yang bakal menolak penerapan PP Nomor 28 Tahun 2024 tersebut. Khususnya di daerah yang kental adat dan ajaran agamanya, contohnya seperti Provinsi Riau.

"Saya sebagai perwakilan masyarakat Riau sangat tegas menolak PP ini disosialisasikan di Riau. Sebab banyak mudaratnya daripada manfaatnya apabila diterapkan," tutur Intsiawati Ayus

Ditambahkannya, kalau dasar lahirnya PP Nomor 28 Tahun 2024 terkait dengan masalah kesehatan dan ekonomi, ini merupakan hal yang berbeda dengan membekali para remaja alat kontrasepsi (kondom)

"Menurut hemat saya, sebaiknya pemerintah mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB) karena ini lebih efektif," pungkas Intsiawati Ayus.(***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Kental Akan Budaya dan Agama, Senator Riau Tolak Penerapan PP Kesehatan di Bumi Lancang Kuning
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved