www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
SMA di Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Gara-gara Over Kapasitas, DPRD Riau: Sangat Merugikan Siswa
Kamis, 18-01-2024 - 17:16:10 WIB

TERKAIT:
   
 

riau12.com PEKANBARU- Anggota Komisi V DPRD Riau Ade Hartati Rahmat angkat bicara terkait masih adanya siswa SMA di Kota Pekanbaru yang belajar daring akibat daya tampung sekolah yang tidak memadai.

Ade Hartati mengatakan kondisi seperti itu sangat merugikan bagi para siswa. Persoalan fundamentalnya kata Ade karena Pekanbaru ini rasio jumlah sekolah dengan siswa tidak seimbang.

Dimana siswa yang lulus dari SMP setiap tahunnya adalah 21 ribu siswa, sementara daya tampung sekolah negeri hanya 11 ribu. Artinya ada 9 ribu anak yang tidak tertampung di negeri.

"Dari 9 ribu itu kalau anak mampu, maka dia bisa pilih sekolah swasta. Namun kalau tidak mampu pilihannya harus bisa masuk sekolah negeri atau putus sekolah," kata Ade, Kamis (18/1/2024).

Selain itu, kata Politisi PAN ini, pihaknya sudah dari awal mengingatkan tentang pola PPDB, apakah dengan sistem online saja atau ada penerimaan lain.

"Tapi kan Disdik ambil kebijakan ada lagi dibuka untuk menampung anak anak afirmasi. Disepakati untuk mengakomodir anak - anak tidak mampu yang berada di wilayah sekolah. Konsekuensinya ruang kelas belajar kurang, mau dipakai perpus sudah penuh, labor sudah penuh. Maka diambillah kebijakan anak-anak diterima di sekolah tapi sistemnya online, ini kan jadi persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi jauh hari," ucap Ade..

Ia mengatakan sebelumnya pihaknya telah memberi saran bagaimana Pemprov mengakomodir anak - anak tidak mampu untuk dibiayai oleh Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) full sehingga bisa sekolah di swasta.

"Dan pembahasan komisi V saat rapat juga kita sudah sepakati bahwa 30 persen anak afirmasi yang tidak tertampung di negeri bisa ditampung di swasta dengan Bosda full. Artinya mereka tak lagi dipungut biaya, harapan kita anak-anak yang tidak tertampung di negeri bisa ke swasta sehingga mengurangi beban sekolah negeri," katanya.

"Itu kebijakan yang sudah disusun rapi sama pak Kamsol (Kepala Disdik sebelumnya) dan kita berharap penerusnya bisa meneruskan. Anggarannya sudah tercakup di APBD 2024," Cakapnya.

Maka kedepan tidak bisa lagi PPDB dibuka dengan dua sistem. Jika sudah sistem online, harus dijalankan satu sistem saja. Jangan kemudian dibuka lagi seperti yang terjadi saat ini.

"Kita tak mau lagi kejadian seperti ini kedepan. Karena sistem Daring itu anak-anak dirugikan, wajib belajar 12 tahun itu. Anak memerlukan pendidikan karakter dan itu harus tatap muka," tukasnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengaku mendapat laporan terdapat salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Pekanbaru daya tampungnya tidak memadai dan siswa harus belajar daring.

Kondisi itu terjadi di SMAN 15 Pekanbaru. Namun Disdik Riau berjanji akan segera mencarikan jalan keluar terhadap persoalan tersebut, sehingga siswa bisa belajar tatap muka di sekolah seperti siswa lainnya.
sumber : cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • SMA di Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Gara-gara Over Kapasitas, DPRD Riau: Sangat Merugikan Siswa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved