www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Perempuan India Terancam Dibunuh Setelah Jadi Imam Salat Jumat
Rabu, 31-01-2018 - 19:12:15 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KERALA-Seorang cendekia perempuan yang memimpin salat Jumat di Negara Bagian Kerala, India pekan lalu dilaporkan telah mendapatkan ancaman pembunuhan. Karena ancaman yang diterimanya, perempuan bernama Jamida itu kini meminta perlindungan dari polisi. Pekan lalu, Jamida memimpin salat Jumat di sebuah kantor masyarakat di Distrik Mallapuram, Kerala. Aksi Jamida menuai kecaman keras dari komite masjid dan warganet yang menganggap tindakan itu bertentangan dengan ajaran Islam. "Tidak tertulis di mana pun dalam Islam bahwa wanita dilarang memimpin salat. Kita harus memisahkan agama dari tangan sekelompok imam dan pengkhotbah patriarki," kata Jamida. Dia berkeyakinan bahwa dalam kitab suci agama Islam, Al Quran tidak ada larangan untuk seorang perempuan untuk menjadi imam. "Quran tidak diskriminatif terhadap wanita. Tidak ada ayat dalam kitab suci yang mencegah seorang wanita untuk menjadi seorang imam," tambahnya. Karena tindakannya itu, Jamida kini menghadapi ancaman pembunuhan dari media sosial dan sumber-sumber lainnya. Perempuan berusia 34 tahun itu dilaporkan telah meminta perlindungan dari polisi. "Saya telah menerima banyak panggilan yang mengancam. Di media sosial juga, orang secara terbuka menentang keputusan saya," ujar perempuan berusia 34 tahun itu sebagaimana dilansir AsiaOne, Rabu (31/1/2018). Jamida adalah anggota dari Perhimpunan Quran Sunnah yang didirikan oleh Chekanur Moulavi sebelum penceramah reformis itu dibunuh pada 1993. Jamida terinspirasi oleh cendekiawan Amerika Serikat (AS), Amina Wadud yang memimpin salat di New York lebih dari satu dekade lalu. Menurutnya, kaum pria telah menafsirkan Islam untuk kenyamanan mereka sendiri dan berharap akan ada perubahan. "Perubahan terlihat di masyarakat. Wanita harus maju untuk mengakhiri dominasi ulama yang menafsirkan agama sesuai keinginan mereka sendiri untuk menikmati keuntungan." Sumber : Okezone.com



 
Berita Lainnya :
  • Perempuan India Terancam Dibunuh Setelah Jadi Imam Salat Jumat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved