Salut! Remaja Cantik Palestina Tampar Tentara Israel, Ibunya Bangga Meski Dipengadilankan
Selasa, 02-01-2018 - 07:10:12 WIB
Riau12.com-Seorang gadis remaja Palestina, Ahed Tamimi menjadi viral di media sosial. Remaja 17 tahun itu menjadi sorotan setelah setelah video dirinya menampar tentara Israel diposting ibunya di Facebook.
Saat ini, Ahed Tamimi harus berurusan dengan pengadilan. Ia didakwa melakukan penyerangan terhadap tentara Israel. Dia menghadapi 12 tuduhan, termasuk serangan yang diperparah dan melempar batu. Ibu Nour yang merekam video tersebut dan memasangnya secara online juga telah dikenai sanksi.
Pada beberapa foto, Ahed terlihat memasuki sebuah ruang sidang militer dengan dikawal petugas Dinas Kejahatan Israel di Penjara Ofer, dekat kota Ramallah, Tepi Barat.
Peristiwa penamparan yang dilakukan Ahed Tamimi terjadi pada 15 Desember. Saat itu, gadis cantik itu bersama sepupunya menghadapi tentara bersenjata berat di rumahnya selama demonstrasi di desa Nabi Salih.
Menurut BBC, keluarga tersebut mengatakan bahwa tindakan mereka adalah bagian dari perlawanan yang sah selama demonstrasi di Tepi Barat yang diduduki Israel. Namun militer Israel mengklaim bahwa tentara mereka hanya mencegah orang-orang Palestina melemparkan batu kepada pengendara.
Ketika dia ditangkap, ayah Ahed menulis di Facebook bahwa tentara telah menembakkan gas air mata dan memecahkan jendela rumah keluarga mereka. Aktivis juga mengklaim bahwa sepupu Ahed berusia 14 tahun Mohammed terkena peluru tentara Israel karet di wajah selama demonstrasi tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan bahwa mereka menduduki rumah tersebut karena sekitar 200 orang Palestina telah masuk ke sana dan melempar batu.
"Beberapa orang Palestina memasuki sebuah rumah di dekatnya dan terus melempar batu ke tentara dari dalam rumah dengan izin penghuninya," demikian pernyataan tentara Israel.
Menurut mereka, tentara berusaha mengusir perusuh dari rumah dan tetap berdiri di pintu masuk untuk mencegah lebih banyak warga yang masuk.
"Belakangan, beberapa wanita Palestina keluar untuk menghadapi tentara dan memicu provokasi," jelas mereka.
Bulan lalu Tamimi mengatakan kepada surat kabar Israel Yedioth Aharonth bahwa tentara telah 'memasuki halaman rumahnya, mulai melemparkan granat gas ke sekitar dan memecahkan jendela rumah'.
"Perilaku mereka mungkin tampak manusiawi pada saat itu, tapi saya tidak berpikir bahwa perilaku umum mereka pada hari itu manusiawi. Saya bangga dengan anak perempuan saya dan apa yang dia lakukan," tegas Tamimi.
Sumber : Fajaronline.co.id
Komentar Anda :