www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
PBB Ingin Batalkan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel
Minggu, 17-12-2017 - 15:45:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertimbangkan sebuah kerangka resolusi yang berisi penegasan bahwa segala perubahan terhadap status Yerusalem tidak memiliki dampak hukum dan harus dibatalkan. Langkah ini merupakan respons dari keputusan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.  Mengutip situs Reuters, Minggu, 17 Desember 2017, Mesir menyebarkan kerangka resolusi ini pada Sabtu, 16 Desember kemarin.  Sejumlah diplomat mengatakan, DK PBB dapat melakukan pemungutan suara terkait kerangka tersebut paling cepat Senin, 18 Desember besok. Draf resolusi akan menekankan status Yerusalem yang harus diputuskan melalui negosiasi. Sebuah resolusi disetujui apabila didukung sembilan suara, dan tidak keluar veto dari satu anggota tetap DK PBB yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia atau China. Yang terakhir ini sangat sulit diwujudkan karena para diplomat PBB meyakini AS akan menggunakan hak veto untuk memblokade kerangka resolusi. Meskipun diperkirakan 14 negara anggota DK PBB akan mendukung kerangka resolusi tersebut. Israel menguasai bagian timur dari Yerusalem dalam perang 1967, dan menganggap seluruh wilayah tersebut sebagai ibu kota mereka. Sementara Palestina memandang Yerusalem timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, enggan berkomentar mengenai draft resolusi ini. Namun sebelumnya, Nikki Haley memuji keputusan Trump sebagai 'tindakan yang benar,' Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon menegaskan, Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tak terpisahkan dari Israel. "Tidak ada suara atau perdebatan akan mengubah kenyataan yang jelas bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel," ungkap Danon. Sumber : viva.co.id



 
Berita Lainnya :
  • PBB Ingin Batalkan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved