www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
AS Sebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Al-Qaida Serukan Petempur Rapatkan Barisan
Sabtu, 09-12-2017 - 13:12:45 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Kelompok pemberontak al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP), mengecam keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta para petempurnya merapatkan barisan, mendukung warga Palestina. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/12), membalikkan kebijakan AS yang telah berjalan beberapa dasawarsa, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam pernyataan yang dimuat oleh kelompok pemantau SITE dari AS, AQAP yang bermarkas di Yaman mengatakan bahwa keputusan Trump adalah hasil dari apa yang dikatakan sebagai "langkah normalisasi" antara sejumlah negara Teluk Arab dan Israel. "Ini juga merupakan tantangan nyata bagi dunia Muslim yang menyaksikan perjuangan Palestina," kata kelompok tersebut, seperti diberitakan Reuters, Jumat (8/12). "Dalam memandang peristiwa yang serius ini, kami berdiri di samping warga Palestina dan mendukung mereka dengan segala yang kami miliki," tambahnya. Kepada para petempur, kelompok tersebut meminta mereka untuk merapatkan barisan, bersiap mendukung Palestina dan mendesak umut Muslim untuk memberikan bantuan dengan uang dan senjata. "Jika Anda tidak bergerak, di masa yang akan datang tempat suci dan kiblat Muslim, Mekah, akan dijual dan kalian tidak akan menemukan seorang pun yang dapat mempertahankannya," katanya. AQAP, yang dibentuk pada 2009 dengan menggabungkan al-Qaida Saudi dan Yaman, dianggap oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu jaringan kelompok paling berbahaya yang didirikan oleh Osama bin Laden. Amerika Serikat telah berulang kali melakukan serangan dengan pesawat nirawak terhadap anggota dan pemimpin kelompok tersebut, yang mendirikan markas utamanya di sebuah daerah terpencil di Yaman selatan.(Aktual.com)



 
Berita Lainnya :
  • AS Sebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Al-Qaida Serukan Petempur Rapatkan Barisan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved