www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Misteri Penemuan Kehidupan Yeti Akhirnya Dipecahkan
Rabu, 29-11-2017 - 14:25:56 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-TIBET - Beberapa bukti adanya kehidupan Yeti memang menimbulkan teka-teki. Seperti tulang, gigi, kulit, rambut dan feses yang ditemukan di gunung Himalaya di Nepal dan Dataran Tinggi Tibet, diklaim sebagai bukti kuat keberadaan manusia salju itu.


Penemuan tersebut sontak membuat heboh orang di berbagai negara. Ada yang percaya, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakannya, hingga peneliti membuktikan semua penemuan itu adalah kepalsuan yang kejam. Seperti dikutip dari Mirror pada Rabu (29/11/2017), peneliti mengklaim semua penemuan tersebut tak ada hubungannya dengan Yeti.

Tes DNA membuktikan sampel-sampel yang ditemukan itu berasal dari beruang dan anjing. Charlotte Lindqvist, ketua penelitian dari University of Buffalo, Amerika Serikat, mengatakan penemuan timnya cukup kuat secara biologis.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa genetika juga harus diperhatikan untuk mengungkap misteri serupa lainnya. Jelas, sebagian besar penemuan Yeti berasal dari beruang," kata Lindqvist.

Menurut para peneliti dalam jurnal "Proceedings Of The Royal Society B", penelitian yang dilakukan oleh Lindqvist dan kawan-kawan merupakan yang paling ketat terkait dengan makhluk mitos serupa primata itu. Adapun hasil dari penemuan tersebut membuktikan bahwa sampel kulit yang ditemukan berasal dari beruang hitam Asia. Sementara tulangnya dari beruang cokelat Tibet.

Selain memecahkan mitos Yeti, penelitian ini juga menemukan informasi tentang sejarah evolusioner beruang Asia. "Mengklarifikasi struktur populasi dan keragaman genetik dapat membantu dalam memperkirakan ukuran populasi dan strategi pengelolaan," kata Lindqvist.

Keberadaan beruang coklat di wilayah gunung tertinggi itu juga sedang terancam. "Beruang di wilayah ini begitu rentan atau terancam punah dari perspektif konservasi, namun tidak banyak yang diketahui soal sejarah mereka," jelasnya.

Legenda Yeti telah menjadi bagian cerita rakyat Nepal yang usianya ratusan tahun. Kisah soal manusia salju menyeramkan itu pertama kali populer di Barat pada abad ke-19.

Sejumlah penampakan makhluk dan jejak kakinya mulai bermunculan sejak itu. Namun semua itu juga diduga dibuat, didukung oleh foto buram dan cuplikan video yang goyah. Hingga kini pun, tidak ada bukti pasti yang membuktikan Yeti itu nyata.(Oz)



 
Berita Lainnya :
  • Misteri Penemuan Kehidupan Yeti Akhirnya Dipecahkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved