www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Duh, Puluhan Perawat Dipaksa Menari Erotis di Depan Petinggi Rumah Sakit
Rabu, 15-11-2017 - 07:04:37 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SEOUL-Sebuah video mengejutkan yang menampilkan para perawat dipaksa menari erotis di hadapan para petinggi sebuah rumah sakit di Korea Selatan menjadi viral di dunia maya. Video itu muncul pekan lalu setelah seorang perawat mengunggahnya ke media sosial tentang apa yang terjadi dalam ajang kompetisi olahraga tahunan bulan lalu. Dalam video itu diperlihatkan para perawat mengenakan pakaian yang "menggoda" menari dengan gaya erotis yang jelas sekali sudah dilatih berkali-kali. Perawat yang mengunggah video itu nampaknya ingin mengatakan kondisi ini bukan yang pertama kali. "Mereka yang dipaksa menari biasanya adalah para perawat baru yang tak bisa menolak perintah semacam itu," kata perawat itu dalam komentar yang mengikuti unggahan videonya. "Kami dipaksa menari di depan para petinggi rumah sakit yang duduk berdampingan di meja yang amat panjang," tambah dia. Kisah ini pertama kali dimunculkan sebuah media online Korea Selatan YTN yang menyebut para perawat itu harus berlatih tiga sampai empat jam sehari untuk pementasan tari erotis tersebut. Salah satu perawat, masih ujar YTN, tetap dipaksa menari meski sedang mengandung. Dia tak bisa menolak karena takut kehilangan pekerjaan. Video ini membuat Asosiasi Perawat Korea menyerukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi di RS Sacred Heart di Universitas Hallym, Chuncheon. Demikian harian The Korea Times. "Ini adalah sebuah penghinaan terhadap harga diri dan profesi seorang perawat," demikian pernyataan Asosiasi Perawat Korea. "Banyak perawat yang bertahan menghadapi beban pekerjaan, gaji kecil, dan lembur berkepanjangan dengan penuh profesionalisme." "Sehingga hal ini merupakan penghinaan dan sebuah kejahatan terhadap para perawat itu," tambah asosiasi. Sementara itu, Kementerian Tenaga Kerja Korea Selatan mengatakan segera melakukan investigasi terkait masalah tersebut. "Evaluasi internal sedang berlangsung. Jika kami menemukan masalah hukum maka kami akan menggugat para pejabat rumah sakit yang bertanggung jawab," demikian kata pejabat Kemenaker Korea Selatan.(tribunnews)



 
Berita Lainnya :
  • Duh, Puluhan Perawat Dipaksa Menari Erotis di Depan Petinggi Rumah Sakit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved