www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tak Pandang Bulu, 11 Pangeran Arab Saudi Ditangkap Atas Dugaan Korupsi
Senin, 07-11-2017 - 17:55:12 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-11 pangeran dan puluhan menteri ditangkap oleh otoritas Arab Saudi atas dugaan korupsi.

Penangkapan ini dilakukan setelah Raja Salman mengumumkan pembentukan komite anti korupsi yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohamed bin Salman.

Komite anti korupsi tersebut diberikan wewenang yang luas untuk menginvestigasi kasus, termasuk menerbitkan surat penangkapan, mengeluarkan larangan bepergian, hingga membekukan aset.

Tujuan utama pembentukan komite ini menguatkan posisi putra mahkota dan menghilangkan potensi oposisi terhadap Pangeran Mohammed.

Hal tersebut sejalan dengan upayanya mendorong agenda reformasi ekonomi yang ambisius dan kontroversial.

Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang pengusaha terkaya di Arab Saudi, dan investor yang terkenal dalam skala Internasional, atas investasinya di Citigroup dan Twitter.

Dilansir dari Kompas.com  selain Pangeran Alwaleed, ditangkap pula mantan menteri keuangan dan anggota pimpinan BUMN minyak Saudi Ibrahim al-Assaf, menteri ekonomi Adel Fakieh, dan mantan gubernur Riyadh Pangeran Turki bin Abdullah.

Pemerintah Arab Saudi menyiratkan bahwa penangkapan para pangeran dan para menteri masih akan berlanjut.

Penangkapan besar-besaran ini menandai sebuah restrukturisasi Kerajaan Arab Saudi dan Pangeran Mohammed bin Salman berencana membawa negerinya keluar dari ketergantungan terhadap minyak bumi.

Otoritas Arab Saudi menyatakan tidak akan ada perlakukan khusus bagi para pangeran.

"Tidak ada perlakuan khusus terhadap para tersangka kasus korupsi tersebut,"  tulis pernyataan resmi pemerintah Arab Saudi yang dilansir Al Arabiya, Senin (6/11/2017).

Mereka juga akan membekukan seluruh aset para pangeran, menteri, dan mantan menteri yang ditangkap. (*)



 
Berita Lainnya :
  • Tak Pandang Bulu, 11 Pangeran Arab Saudi Ditangkap Atas Dugaan Korupsi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved