www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Bom Mobil Hantam Bus Sekolah Militer di Kabul, 15 Tewas
Minggu, 22-10-2017 - 08:12:45 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KABUL-Seorang penyerang bunuh diri menabrakan sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak ke sebuah bus yang meninggalkan pusat pelatihan militer di Afghanistan. Sedikitnya 15 tentara, termasuk kadet dan pelatih mereka, tewas. Gerilyawan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang terbaru dalam minggu yang sangat mematikan bagi pasukan keamanan Afghanistan. Pemboman tersebut juga merupakan serangan besar kedua di ibukota Kabul dalam 24 jam setelah serangan bunuh diri di sebuah masjid Syiah yang menewaskan lebih dari 50 jamaah pada Jumat malam. "Personel Angkatan Darat keluar dari Marsekal Fahim University saat seorang pembom bunuh diri di sebuah mobil menargetkan mereka. Lima belas tentara yang berada di sana untuk pelatihan tewas dan empat lainnya luka-luka," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Dawlat Wazari seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/10/2017). Sebuah pernyataan dari kantor Presiden Ashraf Ghani mengatakan bahwa bus tersebut membawa pelatih dan kadet dari universitas pertahanan di pinggiran barat Kabul. Universitas tersebut merupakan rumah bagi sekolah pelatihan perwira militer Afghanistan dan akademi militer lainnya. Pasukan keamanan Afghanistan telah berjuang melawan Taliban sejak sebagian besar tentara asing pergi pada akhir 2014. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkomitmen untuk menjalankan misi pelatihan dan dukungan militer terbuka di Afghanistan pada bulan Agustus. Meskipun begitu, Trump mengkritik konflik di Afghanistan yang tidak berkesudahan meski mendapat bantuan miliaran dolar dan hampir 16 tahun operasi AS dan sekutu. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas bom mobil Sabtu dalam sebuah email kepada wartawan. Taliban telah melakukan pemberontakan selama satu dekade setengah dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Barat di Kabul dan membangun kembali rezim Islam fundamentalis. Gerilyawan sekarang mengendalikan atau mengkontraskan sekitar 40 persen Afghanistan.(sindo)



 
Berita Lainnya :
  • Bom Mobil Hantam Bus Sekolah Militer di Kabul, 15 Tewas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved