www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Isu Papua Kembali Menggaung di PBB, Ini Saran Bagi Jokowi
Selasa, 03-10-2017 - 11:11:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia diminta untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam merespon isu Papua di sidang PBB. Dengan dibahasnya isu Papua dalam sidang tersebut menurut salah satu anggota tim loby Jaringan Damai Papua - LIPI, Marinus Yaung, sudah menggambarkan bahwa Kemenlu gagal meredam atau mengendalikan isu Papua yang akhirnya mencuat ke dunia internasional. "Setelah saya menerima press rilis yang dikeluarkan oleh ketua Komite Khusus Dekolonisasi- Rafael Ramirez, saya kemudian mencoba mengkonfirmasi ke Kemenlu, Pak Armanta Taher dan beliau sampaikan bahwa benar itu adalah rilis resmi pernyataan resmi dari dekolonisasi PBB," kata Yaung kepada wartawan di Sekretariat ALDP, Padang Bulan, Waena, Jumat (29/9). Dari pembahasan Papua di PBB ini ia memberi masukan agar Indonesia jangan lengah dari loby yang dilakukan di PBB. Pasalnya loby-loby seperti ini adalah bahasa bernuansa, bahasa bersayap yang harus diperhatikan seksama. "Jadi menurut saya perlu sekali diantisipasi dengan menempatkan diplomat yang betul-betul bisa membangun komunikasi yang baik dengan ketua dewan dekolonisasi dan juga orang-orang kunci di Markas UN di New York. Jangan sampai ada penyampaian dari pihak kementerian luar negeri yang menyampaikan bahwa mereka telah meng-handle masalah Papua di luar negeri namun ternyata jebol juga," imbuhnya. Isu Papua sendiri sempat menguat di MSG dan PIF. Dari pengalaman ini, Yaung kembali memberikan masukan untuk jangan lengah. Sebab apapun yang terjadi jika ingin masalah Papua tak mencuat di PBB maka perlu ada loby yang intensif untuk meyakinkan apa yang sebenarnya terjadi. Ini juga sebagai teguran, sebab ia melihat Kemenlu telah gagal menahan isu Papua dalam sidang PBB sehingga perlu diperkuat dengan orang-orang yang berkompeten dan memilik kapasitas untuk membaca isu Papua dengan baik. "Jangan justru menempatkan orang yang tak tahu masalah Papua dan asal ngomong dan tak sesuai fakta. Itu justru membuat parlemen di PBB tak percaya,"ujarnya. Lalu soal petisi yang disebutkan bahwa Beny Wenda telah menyerahkan petisi Ketua Komite Khusus Dekolonisasi, Rafael Ramirez, ini sempat dibantah oleh Rafael Ramirez seperti berita yang dilansir dari BBC. Namun Yaung kembali mengingatkan untuk tetap berhati-hati. "Hal ini menurut saya harus diklarifikasi oleh Kemenlu dan rencana pekan depan akan dibahas dan saya pikir itu perlu dipastikan meski ada bantahan dari Ramirez," imbuhnya.(jpnn)



 
Berita Lainnya :
  • Isu Papua Kembali Menggaung di PBB, Ini Saran Bagi Jokowi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved