Dikenal Kerap Kritisi Ideologi Politik, Jurnalis Senior India Tewas Ditembak
Rabu, 06-09-2017 - 07:40:05 WIB
 |
Kerabat dan keluarga Gauri Lankesh meratapi kematian perempuan yang bekerja sebagai jurnalis tersebut. (Foto: AP)
|
Riau12.com-NEW DELHI-Gauri Lankesh merupakan seorang jurnalis senior India yang juga berperan sebagai seorang aktivis dan tak segan melontarkan kritik. Perempuan berusia 50 tahun itu secara mengejutkan meregang nyawa dengan cara yang tragis yakni dibunuh. Pembunuhan Gauri ini diduga merupakan perbuatan pihak-pihak yang tak menyukainya.
Gauri diketahui tewas ditembak di rumahnya di Bangalore, Negara Bagian Karnataka, India. The Guardian melaporkan, Gauri diserang oleh 3 orang sekaligus pada Selasa 5 September malam waktu setempat di mana salah satu pelaku melepaskan tembakan dan menewaskannya. Tubuh Gauri kemudian ditemukan bersimbah darah di halaman rumahnya.
"Tetangga Gauri mengaku mendengar suara tembakan. Kami menemukan 4 selongsong peluru di tempat kejadian," ujar Komisaris Polisi Bangalore, Suneel Kumar sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (6/9/2017).
Gauri Lankesh dikenal sebagai seorang jurnalis yang vokal melontarkan kritik. Perempuan yang bekerja sebagai seorang editor sebuah surat kabar mingguan India itu diketahui secara konsisten kerap melemparkan kritik terhadap ideologi politik sayap kanan atau organisasi nasional Hindu.
Ia dikenal sebagai sosok jurnalis yang gigih, tak kenal takut dan blak-blakan. Secara spesifik, Gauri mengkritisi tentang sistem kasta yang memang diajarkan di agama Hindu. Pada 2016, Gauri sempat dijebloskan ke dalam penjara akibat salah satu tulisan artikelnya yang dituding mengandung unsur penghinaan.
Kematian tragis Gauri ini telah memicu kesedihan dan kemarahan dari banyak pihak baik dari rekan sesama jurnali maupun pejabat tinggi. Kelompok persatuan jurnalis India atau Press Club of India dalam sebuah pernyataan menyebut, bahwa mereka meyakini jika motif pembunuhan Gauri ini berkaitan dengan pekerjaannya.
"Seorang jurnalis independen yang tak memiliki rasa takut dan selalu membela keadilan telah meninggal dengan cara yang paling brutal untuk membungkam suaranya. Apapun perbedaan yang ada, seharusnya ini tidak digunakan untuk menyerang jurnalis yang tidak berdaya. Serangan semacam itu yang mengancam kebebasan pers tidak akan bisa ditolerir," tulis keterangan resmi Press Club of India.
Beberapa politikus, jurnalis dan aktivis India mengungkapkan kmarahan mereka atas kematian Gauri melalui media sosial Twitter. Mereka menyebut pembunuhan Gauri adalah bentuk intoleransi dan ancaman terhadap kebebasan berbicara.
Menteri Negara Bagian Karnataka Siddaramaiah, menyebut pembunuhan Gauri sama halnya dengan pembunuhan terhadap demokrasi. Komite perlindungan wartawan di India mencatat terdapat 27 jurnalis yang terbunuh terhitung sejak 1992.
Hingga saat ini, 25 kasus pembunuhan jurnalis tersebut masih belum terpecahkan. Sebelumnya, sekira 2 tahun lalu seorang ilmuwan yang juga kerap mengkritik kelompok agama, MM Kalburgi juga tewas ditembak mati oleh orang tak dikenal. (okezone)
Komentar Anda :