www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Siswi India bunuh diri karena diejek guru saat menstruasi
Jumat, 01-09-2017 - 13:45:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Seorang gadis 12 tahun di India bunuh diri diduga lantaran dipermalukan oleh gurunya di depan pelajar lainnya ketika sedang datang bulan. Orang tua siswi itu berencana memperkarakan ulah guru itu, dan polisi sedang mengusut kasusnya. Dilansir dari laman The Guardian, Jumat (1/9), peristiwa memilukan itu terjadi di Negara Bagian Tamil Nadu. Menurut penuturan ibu mendiang yang dirahasiakan identitasnya, anaknya mengalami menstruasi dan menyebabkan pakaiannya ternoda oleh bercak darah. Beberapa teman perempuannya melihat hal itu dan memberi tahu. Namun, gurunya yang seorang perempuan ternyata membawa anak itu ke depan kelas. "Guru itu sepertinya tidak peduli kalau ada pelajar lelaki di dalam kelas. Dia meminta anak saya mengangkat roknya, dan memasangkan kain lap sebagai pembalut," kata ibu mendiang. Pada Senin lalu, siswi itu bunuh diri tak jauh dari rumahnya dan meninggalkan catatan. Di dalam suratnya, anak perempuan itu menyatakan kalau gurunya mengejeknya. Namun, dia tidak merinci maksudnya. Kedua orang tuanya itu sangat terpukul. Sang ibu mengaku justru mendapat runutan kejadian itu berdasarkan pengakuan teman-teman putrinya. Menstruasi yang merupakan siklus alamiah tubuh dialami oleh kaum perempuan justru dianggap tabu di India. Kaum perempuan dianggap kotor dan tidak suci ketika datang bulan, serta dilarang datang ke kuil, bahkan dilarang memasak atau memakan makanan tertentu. Hal itu juga kerap menjadi bahan lelucon ketika diketahui banyak orang. Hal itu membikin sulit ketika anak perempuan mengalami pubertas mulai menstruasi. Sebab di sekolah mereka tidak menyediakan tempat khusus buat membuang pembalut di toilet. Maka dari itu banyak siswi memilih tinggal di rumah ketika datang bulan. "Sekolah juga enggak pernah memberikan pembalut gratis. Hal ini menjadi pertanyaan mesti dijawab pihak-pihak terkait," kata petugas perlindungan anak, Dev Anand.(merdeka)



 
Berita Lainnya :
  • Siswi India bunuh diri karena diejek guru saat menstruasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved