www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Warga Los Angeles demo desak pemakzulan Trump
Rabu, 05-07-2017 - 07:13:05 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Ribuan pengunjuk rasa melakukan pawai di pusat kota Los Angeles, California, mendesak Kongres memakzulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Aksi damai tersebut merupakan satu dari selusin kegiatan serupa yang digelar di sejumlah tempat di AS pada Minggu (02/07/2017) dengan tujuan menyampaikan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Trump yang baru berlangsung lima bulan.

Demonstrasi di Los Angeles dimulai dari Pershing Square. Salah satu peserta John Meranda (56) dari Long Beach membawa poster bergambar wajah Trump dengan tubuh bayi dan tertulis kata "Makzulkan" di atasnya.

"Ketika bangun dari tidur setiap hari, ada saja sesuatu yang menjadi lebih buruk dari kemarin," kata Meranda, dikutip dari Los Angeles Times.

Pekan lalu, Partai Republik memangkas anggaran Medicaid, yang menurut Meranda telah menyelamatkan nyawa sejumlah rekannya.

Angela Greene dari San Pedro membawa poster berwarna merah muda bertuliskan, "Kami membutuhkan pemimpin, bukan tukang cuit menyeramkan di Twitter."

Aksi mendesak pemakzulan Trump juga digelar di berbagai kota lainnya seperti Chicago, New York, dan Washington, DC.

Di Los Angeles, pawai berakhir di Fletchter Bowron Square dekat balai kota setempat. Beberapa pemimpin aksi kemudian menyampaikan orasi, termasuk anggota DPR AS Brad Sherman.

Politisi asal San Fernando Valley itu berselisih dengan sejumlah politisi Partai Demokrat di DPR AS dengan merancang dan menyebarkan artikel pemakzulan Trump dengan menuduhnya berupaya menggagalkan penyelidikan FBI terhadap Michael Flynn, yang dipecat sebagai penasihat keamanan nasional pada Februari oleh Trump.

Gedung Putih mengatakan, mantan jenderal bintang tiga tersebut dipecat karena berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat lainnya soal hubungannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak.

FBI menyelidiki Flynn untuk mengetahui keterlibatan Rusia dalam Pemilu presiden AS 2016 lalu, tapi Trump meminta direktur FBI saat itu James Comey menghentikannya. Comey pun akhirnya juga dipecat oleh Trump.

"Kita harus bertindak sekarang juga untuk melindungi negara kita dari penyalahgunaan kekuasaan dan pemimpin bodoh yang impulsif," kata Sherman.(*)



 
Berita Lainnya :
  • Warga Los Angeles demo desak pemakzulan Trump
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved