www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Akhirnya, Mahasiswa AS yang Dibebaskan Korea Utara Meninggal
Selasa, 20-06-2017 - 09:42:47 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Mahasiswa warga Amerika Serikat atau AS yang dibebaskan Korea Utara dalam keadaan koma akhirnya meninggal  jam 2.20 dini hari Senin, 19 Juni 2017 di rumah sakit Cincinnati.

Otto Warmbier, 22 tahun, mahasiswa AS tewas hanya beberapa hari setelah dibebaskan Korea Utara dan dibawa pulang ke rumahnya.

Menurut dokter di Pusat Medis Cincinnati, selama dirawat Warmbier tidak menunjukkan tanda-tanda memahami bahasa atau menyadari yang terjadi di sekelilingnya. Tubuhnya juga tidak memberikan respons meski mampu bernafas.

Sejumlah dokter menduga kuat mahasiswa AS ini menderita kerusakan berat pada bagian otak yang membuatnya koma. Dugaan medis ini disampaikan setelah para dokter merawat Warmbier pekan lalu.

Penyebab kematian mahasiswa AS ini masih misteri. Korea Utara juga belum memberikan keterangan resmi tentang tudingan keluarga dan tim dokter bahwa Warmbier koma karena mengalami penyiksaan.

Keluarga mahasiswa yang kuliah di Universitas Virginia ini sangat berduka atas kematian Warmbier.

"Penyiksaan terhadap anak kami oleh warga Korea Utara tidak ada yang melebihi dari kesedihan yang kami alami hari ini," kata pernyataan keluarga Warmbier seperti dikutip dari Reuters, 19 Juni 2017.

Menurut keterangan keluarga,  Warmbier menderita koma sejak Maret 2016, hanya beberapa saat setelah ia dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun di Korea Utara. Korea Utara menuduh Warmbier mencoba mencuri benda-benda slogan propaganda.
 
Orangtua Warmbier menyebut putranya diberi pil tidur usai sidang pada Maret 2016 dan tidak pernah bangun sejak saat itu.

Informasi ini, menurut orangtua Warmbier, didapat dari pejabat Korea Utara yang berkomunikasi dengan utusan khusus AS.

Korea Utara membebaskannya pekan lalu setelah utusan khusus Kementerian Luar Negeri AS, Joseph Yun, terbang ke Pyongyang untuk meminta pembebasan mahasiswa AS itu dengan alasan kemanusiaan.(r12/tempo)



 
Berita Lainnya :
  • Akhirnya, Mahasiswa AS yang Dibebaskan Korea Utara Meninggal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved